Halo gais, ayo yang vote, yang vote, yang vote.
Jangan lupa komen juga.
Makasih banyak.
Lope banyak-banyak deh.
Hehehe.
ㅈㅈㅈㅈㅈ
Melihat perban di kepalanya membuat ia ketakutan sekali.
"Luann, dia baru selesai diperiksa, jadi biarin dia rehat dulu," ucap Ezra pelan.
"Ya, mending lo balik, rehat aja. Lo baru balik dari ... dah lah." Arka mengalihkan pembicaraannya. Ia tahu bahwa Luann pasti bertemu dengan Aggie.
"Gak, gue harus pastiin dia baik-baik aja," tolaknya tak ingin pergi.
"Eh, Kunyuk, dia lagi rehat, gak boleh berisik. Lo liat infusan itu kan, jangan lo enag-enag, Bego lo," kesal Ezra sambil menepis tangan Luann.
*enag-enag = goyang-goyang.
"Enag-enag apaan?" tanya Luann pada Arka.
"Goyang-goyang."
"Enggak, gue gak goyang-goyang, kok," elaknya karena tidak merasa menggoyangkan infusan.
"Mending lo pergi dari pada ditonjok gorila," peringat Ezra.
"Gorila?" Luann tak paham.
"Yang, tonjok, Yang," suruh Ezra pada Arka sambil menunjuk Luann dengan wajahnya.
"Ha, jadi aku gorila?"
"Ya, lo gorila, cepet cabut ah." Ezra menarik Luann dan Arka ke luar.
"Jadi cewe gue gimana, Ka?" rengek Luann manja.
"Apa-apa? Cewe gue? Maksud lo Aletha cewe lo? Woy bangun lo," cerca Ezra tak suka.
"Tapi dia bakal jadi cewe gue."
"Hilih, belum tentu dia mau ama lo, Kampret."
"Dia mau gak mau harus mau, orang udah gue pake," ucap Luann keceplosan.
"Apaan?" tanya Ezra cepat.
"Ma-maksudnya udah gue pake motornya terus rusak, jadi kayanya dia bakal mau jadi pacar gue, heheh, kan gue udah benerin motornya, iya, begitu," jawabnya gelagapan.
"Hellow, sejak kapan seorang pobia kecepatan bisa bawa motor terus motornya rusak, dibenerin pula. Lo pikir gue kagak tau tentang lo, hah?!" Ezra mengelak jawaban Luann.
"Sayang, kamu tenang dulu ya. Jadi ... sini duduk dulu." Sebelum menjelaskan Arka mendudukkan keduanya agar ngobrol dengan kepala dingin.
Sudah tenang, Arka angkat bicara, "Luann, lo bisa jelasin gak, setidaknya sahabat Aletha harus tahu apa yang lo lakuin ke dia," titah Arka pelan.
"Gue, jadi, yang lo bilang waktu itu bener, kalo gue ngikutin dia. Tapi kalo gue gak ikutin dia, dia pasti diperkosa sama orang lain," ungkap Luann tak semuanya.
"Terus maksud 'pake' tuh apa?"
"Emh, gue udah setubuhin dia pas gue anter dia ke apartemennya."
Bak!
Crot!
Tanpa aba-aba Ezra menonjok hidung Luann sampai berdarah. "Kurang ajar lo ya, Bangsat. Bener kata gue kan, kalo lo itu bajingan!" umpat Ezra penuh emosi.
"Yang, yang sabar Yang, dia wajar kaya gitu, karena dia gak mau Aletha diambil cowo lain," lerai Arka memeluk Ezra.
"Apa? Sabar lo bilang? Sahabat gue satu-satunya diperlakukan kaya gitu sama cowo, gue harus sabar? Emang kagak ada otak lo ya?!" bentak Ezra pada Arka, bahkan matanya menyala.
KAMU SEDANG MEMBACA
That Night (Tamat)
रोमांसSeorang perempuan yang kehilangan harta berharganya setelah kehilangan kesadaran. Beranggapan bahwa itu hanyalah mimpi belaka. Namun anehnya mimpi itu selalu berkeliaran di benaknya. Entah siapa lelaki yang ada dalam mimpi itu. Tidak ada yang tahu s...
