25. Candaan Siang Ini

20 0 0
                                        

Sampi di sana, ia melihat Hazan dikerubuni beberapa karyawan, Aletha tidak berpikir jelek, ia tetap menghampiri.

"Selamat pagi," sapa Aletha ke semuanya.

"Ah, Mba Aletha, selamat pagi, Mba," ucap mereka semua.

"Ini ada apa, ya?" tanyanya heran.

"Anu, kerjaan kami hari ini banyak sekali, makanya baru datang udah ribut aja," sahut salah satu.

"Ah, berarti kamu juga lagi repot, ya?" tanyanya pada Hazan.

"Iya, Mba."

"Ya udah, kalau butuh bantuan, ke ruangan saya saja ya, jangan sungkan-sungkan," tawar Aletha kemudian pergi.

Aletha melanjutkan pekrjaannya lagi. Seseorang masuk ke dalam tanpa permisi.

"Al, kamu disuruh ke ruangan Pak Luann," kata Aggie dengan wajah cantiknya.

"Kenapa dia tidak menelepon?"

"Kamu ditenpon gak diangkat-angkat, terus dia nyuruh aku buat datengin kamu, huh, menyusahkan," cercanya kemudian pergi, Aletha membuntutinya.

Masuk ke ruangan Luann.

"Okay, kalian sudah ada di sini. Sedikit yang akan saya sampaikan, bahwa saya butuh kalian berdua untuk mendampingi saya meeting di luar kota, dan tolong persiapkan segalanya mulai sekarang."

"Kira-kira berapa hari, Pak?" tanya Aggie.

"4 hari termasuk perjalanan."

"Tapi, kenapa harus sama Aletha, kan dia bukan asisten, Bapak?" protes Aggie.

"Ya, tapi dia yang bergerak di bidang prodak, kan? Selain asisten Manager Tara, dia termasuk mengetahui seluk-beluk perusahaan ini," ungkap Luann gagah.

Aggie hanya bisa merengut dan Aletha tak banyak komentar.

"Ya, kalian bisa persiapkan mulai sekarang."

"Baik, Pak." Keduanya meninggalkan ruangan.

"Awas lo macem-macem sama Luann, gue laporin ke Hazan," ancamnya keras setelah di luar ruangan.

Aletha tak menggubrisnya, ia lanjut saja ke ruangannya.

Di jam makan siang, ia datang ke tempat Hazan.

"Hai?" sapanya di meja Hazan.

"Ya , Sayang, kenapa, hm?"

"Makan yuk, laper aku."

"5 menit lagi ya."

"Okay." Aletha duduk di samping Hazan dengan menarik kursi di sampingnya.

"Hari ini banyak kerjaan, ya?" tanya Aletha sambil memijit pundak Hazan.

"Lumayan."

"Oh ya, aku juga mau ada yang diomongin."

"Apa?"

"Nanti aja di kantin kantor."

"Ah, ya udah. Yuk, aku udahan." Hazan langsung bangkit.

"Cepet banget, kan belum 5 menit?"

"Ternyata gak sampai lima menit," bisiknya kemudian mencium pipi Aletha.

"Ih, nanti ada orang." Ia mendorongnya.

"Aku udah antisipasi, tenang saja." Keduanya melangkah ke kantin.

"Makan apa?" tanya Hazan.

"Pecel aja deh."

Makanan sudah datang, Aletha mulai makan. Walau ia hilang ingatan, tapi cara makannya sama, tidak menggunakan sendok.

Sesekali ia menyuapi Hazan tanpa malu dilihat karyawan lain.

That Night (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang