Ezra menyusul Aletah ke toilet, ia baru pertama kali ke sini tapi sudah biasa saja berkeliaran di rumah sebesar ini. Jujur, ia tidak tahu di mana letak toilet tersebut.
Melangkah ke sebuah lorong, yang menuju ke sebuah pintu. Rasa penasarannya muncul, Ezra masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Anjing, ruangan apaan ini?"
"Yang, jangan anjing-anjing mulu apa, astagfirullah kek, Ya Allah kek atau Innalillahi," ingat Arka.
"Emangnya ada yang mati, innalillahi?"
"Liat noh," sambungnya sambil menunjuk ke dalam.
Keduanya masuk semakin dalam. Di ruangan ini terdapat kasur, lemari, dan meja belajar, tidak ada yang mencurigakan, tetapi laptopnya menyala, merasa keanehan, Ezra membuka laptop itu.
Baru saja disentuh, laptop menyala menunjukan CCTV di seluk-beluk rumah ini. Bahkan secara bersamaan kamar ini tiba-tiba terang, terdapat lampu LED dengan bentuk wajah Aletha yang besar lagi banyak mengisi seluruk kekosongan dindin.
"Anjiiiiir keren banget , Yang!" sanjungnya melihat hal menakjubkan seperti ini.
"Wah, ternyata dia bisa bikin ginian juga ya?" imbuh Arka, menyukainya juga.
"Aaaah, itu mukanya si Ale, Yang, keren ya?" Ezra mendongak padanya.
"Iya, aku mau pasang ini juga di kamar aku, ah."
"Harus," timpal Ezra cepat.
"Biasa aja dong harusnya."
"Biar kamu inget aku dan gak ada niatan selingkuh," ucapnya sambil melangkah ke luar.
Arka masih tidak puas melihat ini, ia memeriksa isi laptop Hazan. Terdapat sebuah file yang nama filenya aneh. Ketika dibuka, itu merupakan komposisi alat pendeteksi, ada juga yang menerangkan alat yang dipasang di tubuh Aletha.
"Ini lengkap banget," batin Arka, semakin jauh membaca.
Di luar, Hazan berhasil menangkap Aletha yang tergeletak di aspal.
"Sayang, kamu mau ke mana?"
"Pulang, itu bukan rumah aku, kamu siapa?" tanyanya lemah.
"Aku pacar kamu."
"Bukan, aku gak punya pacar."
"Kamu hilang ingatan Sayang. Ayo cepet balik ke rumah di sini panas." Hazan segera menggendongnya kembali ke dalam rumah.
Keduanya sempat cekcok di kamar, tetapi ada Ezra yang membatu menjelaskan pada Aletha, Ezra sudah termakan omongan Hazan.
Hazan menyadari ketidak adaan Arka, ia pun turun ke bawah untuk mencarinya.
"Anjing, jadi dia pasang alat di tubuh Aletha, sialan," batinnya geram setelah membaca semua isi filenya.
Ia segera pergi ke luar.
Doweng!
"Oh, jadi udah balik lo?" ucap Arka dengan wajah jiji melihat Hazan.
"Abis ngapain kamu?" tanya Hazan santai.
"Abis menyaksikan semua yang lo lakuin ke temen gue."
"Jadi lo udah tau semuanya?" tanya Hazan masih santai.
"Ya, jadi lo bohongin Ale, kan? Lo bukan pacarnya, kan? Lo cuma pengagum rahasia yang sekarang udah bisa miliki dia, itupun paksaan? Heh, licik lo," caci Arka benci.
"Bukan urusan lo, sekarang pergi dari sini." Ia mengusir Arka.
"Heuh, tenang aja, tanpa lo usir, gue bakal pergi dari sini, sambil bawa Aletha juga," bisiknya penuh penekanan.
KAMU SEDANG MEMBACA
That Night (Tamat)
RomansaSeorang perempuan yang kehilangan harta berharganya setelah kehilangan kesadaran. Beranggapan bahwa itu hanyalah mimpi belaka. Namun anehnya mimpi itu selalu berkeliaran di benaknya. Entah siapa lelaki yang ada dalam mimpi itu. Tidak ada yang tahu s...
