selamat datang dan jangan lupa follow, vote, dan komen, makasih banyakk.
ㅗㅗㅗㅗㅗ
Ezra berbinar melihat Aletha yang melangkah menujunya. "Sini-sini!" teriaknya melambaikan tangan.
"Ya mapun, Sayang, jangan teriak ih, malu sama orang," peringat Arka.
"Bodo amat, aku emang kaya gini, lo mau apa?" tantang Ezra semakin ngeselin.
Aletha tiba di mejanya, ia tidak tahu bahwa ada Luann dan Aggie di sini.
"Jadi ini maksudnya double date?" tebak Aletha merasa tak enak.
"Mungkin," sahut Arka yang sudah kenal dengan Aletha.
"Terus kenapa lo undang gue ke sini, Anjing!?" geram Aletha sambil menepuk kepala Ezra bagaikan lalat yang tengah berdiam di lantai.
"Auh, sakit geblek," raungnya. "Gue bete, jadi gue nyuruh lo ke mari, kagek ngape-ngape, kan?" Senyuman unyu-unyu pun dikeluarkan, membuat Aletha tidak bisa menolaknya, karena senyuman itu adalah harapan.
"Iya deh, gue gabung." Aletha menarik kursi disebelahnya.
"Aduh-aduh." Aletha nampak hampir nyuksruk.
Luann yang memperhatikannya dari sudut mata, menahan pinggulnya, hingga tak jadi nyungseb.
"Makasih," ucap Aletha yang sudah duduk rapi.
"Lo mabok ya?" tebak Ezra benar.
"Hm."
"Kenapa, Siti? Kan gue udah bilang, jangan mabok dulu, gue mau pinjem duit lo, ah elah gue maaaah," rajuk Ezra manyun.
"Kamu minjem uang sama dia?" tanya Arka yang pasti mendengarnya.
"Bua tapa?" sambungnya.
"Buat tambahan dana party besok."
"Sayang, kamu kan bis minta uang sama aku?" tawar Arka paksa.
"Sorry ye, gue bukan tipe cewe yang suka minta-minta ama cowo, inget itu," tekan Ezra dengan mata yang tajam.
Seketika Luann teringat kejadian sebelum ia ke sini. Aggie mengajaknya pergi ke mall, bahkan Aggie juga meminta dibelikan beberapa barang-barang mahal pada Luann. Kalau Luann mah tidak apa-apa, karena ia kaya, makanya diiyakan saja.
Aggie terdiam setelah mendengar penuturan Ezra yang tak pernah meminta.
"Tapi menurutku, kalau pacar kamu mau kasih, ya terima aja, apa salahnya?" debat Aggie, tak ingin terlihat matre dihadapan Luann.
"Ngasih dan meminta itu dua konsep yang berbeda. Kalo ngasih gue terima, kalo minta, kayanya gak pernah deh, iya kan, Yang?" Ezra menoleh pada Arka.
"Ya, emang gak pernah mau dikasih juga," jujur Arka pada semuanya.
"Dengerkan?" tanyanya pada Aggie dengan tatapan merendahkan.
"Sial, beraninya dia kaya gitu sama gue. Liat aja," tantang Aggie dalam hati busuknya.
"Tenang aja, duit gue masih cukup buat beli tas Gucci yang kecil, hahahha," sela Aletha, ia tak ingin berdebat.
"Seriusan, anjir, gue butuh," rengek Ezra menaikkan dagunya.
"Nih." Dengan baik hati Aletha memberikan kartu kredit padanya.
"A- seriusan ini?"
"Hm."
"Ya udah, karena masalah gue kelar, jadi silahkan dinikmati makanannya," ucap Ezra Bahagia.
"Gue pen es teh manis anget dong?" pesan Aletha yang berseri bahagia karena alcohol yang sudah mengalir di darahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
That Night (Tamat)
RomansaSeorang perempuan yang kehilangan harta berharganya setelah kehilangan kesadaran. Beranggapan bahwa itu hanyalah mimpi belaka. Namun anehnya mimpi itu selalu berkeliaran di benaknya. Entah siapa lelaki yang ada dalam mimpi itu. Tidak ada yang tahu s...
