Halo guys, maaf aku updatenya agak gak jelas, tapi pasti update kok, hihihi.
Jangan bosen-bosen mampir ya.
ㅈㅈㅈㅈㅈ
Hazan telah selesai, menoleh ke Aletha yang ternyata terlelap dengan posisi melelahkan di atas meja yang menghadap Hazan.
Cup.
"Sayang, bangun yuk?" bisik Hazan lembut.
Aletha mengerjap-ngerjap matanya. "Emh, udah Yang?" tanya Aletha sambil mengelap sudut bibirnya.
Hazan tersenyum sambil menjawab, "udah."
Aletha mengambil berkas yang sudah di-print, membawanya ke ruangan Luann.
Tuk tuk tuk.
Tidak ada jawaban, Aletha masuk ke dalam. "Permisi?" Mengendap-endap.
"Walah, molor dia, enak banget, tugas Aggie gue yang ngerjain, eh, bukan ding, Hazan yang ngerjain," batin Aletha masih memperhatikan wajah Luann yang terlelap di atas lipatan tangannya.
Ia menyimpan berkas tersebut di samping ponselnya.
Ting.
Pesan masuk ke ponsel Luann. Tiba-tiba jiwa kepo Aletha muncul, ia melipir ke samping meja dan kini berdiri di samping Luann.
*Melipir = Jalan ke samping.
"Si Monyet Arka? Hahaha, lucu nama kontaknya," batin Aletha geli membaca nama kontak Arka.
Ia seketika terpaku pada gambar lock screen ponsel Luann. Gambarnya diambil agak samping, terlihat sebelah wajah dengan anting yang jelas, leher yang kurus dan pundak tanpa sehelai benang.
"Kaya kenal nih anting?" banting Aletha.
Ia berusaha mengingat, tetapi membuat kepalanya sakit. "Argh," rintihnya menahan sakit di kepala dengan tangan.
"Ia berusaha pergi dari ruangan ini, takut Hazan menunggu dan mengganggu tidurnya Luann.
Brak!
"Bukannya berjalan mulus, ia malah terjatuh dan menabrak hiasan di ruangan ini. Luann seketiak bangun mendengar suara bising tersebut.
"Argh, kepalaku, aaaargh, sakiiiit," rintihnya semakin sakit, dalam benaknya terlihat kilasa-kilasan di mana ia bermimpi dan menjalani hidup seperti biasa tanpa ada Hazan.
"Ale, kamu kenapa?" Luann menggoyangkan bahunya.
"Argh, sakit, Pak," rintihnya lagi.
Luann segera menggendong dan membawanya ke mobil. Di koridor ada Hazan yang senantiasa menunggu.
"Kamu, ngapain di sini?" tanya Luann.
"Dia kenapa?" alih Hazan tak perduli pada pertanyaan Luann.
"Kepalanya sakit."
"Biar saya saja yang bawa ke rumah sakit." Hazan hendak mengambil Aletha dari gendongan Luann.
"Tidak perlu, saya Atasan di sini, jadi saya bertanggung jawab atas ini, karena saya yang meminta dia lembur," ucap Luann tanpa bantahan, ia melewati Hazan begitu saja.
Hazan mengikutinya dari belakang mobil Luann.
Setelah diperiksa dokter. "Dia hanya kesakitan karena berusaha mengingat kejadian masa lalu, jadi usahakan dia agar jangan mengingat-ingat yang lalu untuk sementara waktu, karena itu akan menyiksa dirinya sendiri," terang dokter kemudian pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
That Night (Tamat)
RomanceSeorang perempuan yang kehilangan harta berharganya setelah kehilangan kesadaran. Beranggapan bahwa itu hanyalah mimpi belaka. Namun anehnya mimpi itu selalu berkeliaran di benaknya. Entah siapa lelaki yang ada dalam mimpi itu. Tidak ada yang tahu s...
