Berawal dari sebuah pertemuan yang tidak disengaja, hingga tanpa sadar membawa keduanya terjebak dalam perasaan yang sama.
"Sekali lagi, terima kasih?"
Mengerti tatapannya, Flo langsung menyerukan namanya. "Flo, Florenza Qiandra."
"Yaa, terima kasih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Five 🔥
EthanFairel Istirahat yang cukup Jangan banyak pikiran Ntar pulang sekolah kita mampir ke rumah
NareshDavanka Baik-baik yaa Jangan lupa makan Kalo ada apa-apa kabarin
GavinRafandra Khawatir boleh, tapi jangan sampe nyiksa diri lo sendiri. Kita semua disini ada buat lo.
LaskarNaufa Jangan sedih lagi, cukup bertahan dan berdoa yang terbaik. Sayang lo banyak-banyak🥰
Senyuman samar itu terlukis diwajah cantik nan pucat Flo. Begitu membuka ponselnya, ia sudah disuguhi oleh pesan manis dari mereka. Meskipun masih terasa berat, namun hari ini Flo mencoba untuk terlihat baik-baik saja.
Sedangkan untuk kondisi fisiknya memang sedang down. Sejak dini hari tadi, Flo terbangun karena merasa pusing yang luar biasa melanda kepalanya. Dan pagi ini, dia berakhir demam tinggi. Jangan lupakan wajah sembabnya, yang sukses membuatnya semakin terlihat mengenaskan. Jadi, mau tidak mau Flo pun harus absen dari kegiatan sekolahnya selama beberapa hari ke depan, karena menurut dokter yang tadi datang, Flo diharuskan istirahat yang cukup.
Tapi, kembali lagi, karena faktor utama yang membuatnya down adalah banyak pikiran.
Begitu memasuki kamar, Widya tersenyum hangat, membawa nampan yang berisi bubur, air putih, serta obat untuk Flo. Dibelakangnya, ada Rio yang berjalan membuntuti. Sepertinya Rio sendiri tidak bisa tenang, apabila harus pergi berkerja disaat kondisi putrinya saja sedang tidak baik-baik saja.
"Makan dulu yuk, sayang."
Flo tersenyum tipis. Biar bagaimana pun dia tidak bisa terus-terusan menangis, membuat kedua orang tuanya khawatir. Dan ya, setidaknya Flo juga ingin menghargai ke-empat sahabatnya yang selalu berdiri tegak, merangkul serta memeluknya disituasi apapun.
Momen saat di rumah sakit saja, di antara mereka sama sekali tidak ada yang beranjak dari tempat duduknya, seolah ingin memperjelas bahwa apabila Flo masih disini, maka otomatis mereka pun akan tetap berada disini.
"Makasih, Mom. Maaf, kalo hari ini aku banyak ngerepotin." Ucap Flo pelan, masih dengan tatapan sayunya.
"Kamu ini ngomong apa, sih? Mommy ga suka loh dengernya."
"Selama ada kita, kamu ya tanggung jawab kita princess." Tambah Rio tersenyum lembut.