Chapter 53

3.1K 388 33
                                        

~~~

~~~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Benar-benar seperti bernostalgia.

Lengkungan indah dibibir manisnya, tampak sempurna saat memorinya mengingat masa-masa sekolah serta masa dimana dirinya merasakan tinggal jauh dari orang tuanya untuk pertama kalinya.

Tidak ada perencanaan sama sekali, di tanggal merah ini, Gavin tiba-tiba mengajak mereka untuk bertemu di apartemen Flo. Katanya, lelaki itu merindukan tempat ini, yang sebelumnya memang sudah menjadi rumah kedua juga untuk ke-empat sahabat Flo.

Dan, jika dipikir-pikir, setelah kembali ke rumah, Flo memang sudah jarang ke apartemen lagi. Paling-paling, Flo kemari apabila ada beberapa barang yang harus ia ambil, atau untuk sekedar beristirahat menenangkan pikirannya.

Sekarang saja, Flo mengiyakan ajakan Gavin karena selain ikut merindukan suasana apartemennya, Flo juga merindukan ke-empat sahabatnya yang sudah hampir dua pekan ini tidak bertemu.

Bagaimana bisa? Padahal mereka semua satu kampus?

Iya, satu kampus itu luas. Sedangkan posisinya kita berbeda fakultas, yang otomatis juga pastinya berbeda gedung.

Selain itu, nyatanya kesibukan demi kesibukan pun mulai menerpa satu sama lain. Apabila bukan hari weekend, pasti salah satu diantara kita akan ada yang beralasan tidak bisa ikut kumpul karena ada kegiatan lain.

"So sibuk banget ini anak satu," Cibir Laskar begitu matanya menangkap kehadiran Flo yang memang menjadi orang terakhir yang datang.

Judul yang tepat untuk pertemuan mereka kali ini adalah, tuan rumah yang jam karet.

"Biasa, kalo yang bucin ya gitu, ngurus dulu tunangannya." Tambah Gavin bernada cemburu.

Ethan yang hendak membela pun, seketika langsung berwajah masam, saat sahabat perempuannya itu justru cengengesan dengan wajah memelas.

"Hehehe, maaf ya, tadi gue emang abis nemenin Om Denzel nyari baju buat acara nanti."

Pada akhirnya Ethan hanya pasrah, karena sejak semalam, gadis itu bahkan sudah mewanti-wanti mereka untuk on time. Dasar perempuan, pikirnya.

"Gitu sih sekarang, kalo ga ada yang mau diceritain ya ga ada ngabarin," Sindir Laskar.

"Engga, bukan gitu!!!" Rengek Flo kembali memelas. "Pas minggu kemarin gue tau jadwal kalian yang emang lagi lumayan sibuk, jadi biar bisa dapet momen kaya gini, mending jangan ganggu dulu. Ngerti kan, maksudnya?"

"Alesan," Cibir Naresh membuka suara.

Laskar seketika tersenyum bahagia begitu mendengar sahutan tersebut. "Tuh kan, bukan cuma gue aja yang ngerasa kaya gitu!"

Princess of My Heart [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang