"Sayang——"
"Kamu tidurnya di kamar Raymond!" Kayla memotong ucapan Elbara. Dia menyerahkan satu bantal dan selimut ke suaminya. Jujur saja, Kayla masih marah dengan suaminya itu dan yang membuat Kayla semakin marah adalah sikap Elbara yang seperti tidak terjadi apa-apa.
Elbara menggeleng. "Gak! Aku gak mau, Kay!"
"Kalau gak mau tidur di kamar Raymond sebaiknya kamu tidur di luar rumah!" titah Kayla.
Elbara meneguk ludahnya dengan susah payah. Dengan sangat terpaksa, Elbara menuruti perintah istrinya untuk tidur di kamar Raymond yang letaknya ada di samping kamarnya. Kayla berdecak kesal kala Elbara pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata.
Elbara menghentikan langkahnya sejenak saat dia sudah ada di ambang pintu. Cowok itu memutar badannya menjadi menghadap ke Kayla yang ternyata sudah tertidur. Ralat. Pura-pura tidur.
"Selamat malam istrinya Elbara," ucap Elbara tulus.
***
Elbara membaringkan tubuhnya di atas kasur tipis gambar mobil. Cowok itu melipatkan tangannya di belakang kepala untuk dijadikan bantalan. Dia menoleh, bibirnya melengkung kala mata cowok itu menangkap objek anak kecil yang sangat menggemaskan.
"Papa bakal usahain biar kamu enggak selamanya hidup menderita seperti sekarang ini, Nak." Elbara tersenyum.
"SAKIT, WOI!" pekik Elbara.
Elbara terpekik ketika kaki mungil itu menendang kepalanya dengan sekuat tenaga. Raymond kalau tidur tidak bisa diam. Buktinya saat ini bocah itu menganggap kepala papanya seperti bola sepak. Raymond membuka matanya. Mata Raymond mengerjap pelan.
Tangannya bergerak mengusap matanya. "Papa!"
Elbara menaikkan sebelah alisnya. "Kenapa?"
"Mau pipis," balas Raymond.
"Iya, ayo Papa temenin ke kamar mandi."
"Mamah, bobo, Pa?"
Elbara mengangguk. "Kenapa nanyain, Mama?" Elbara membawa tubuh Raymond ke gendongannya.
***
Elbara tidak bisa tidur nyenyak di kamar Raymond. Sejak tadi, anak itu tidak henti-hentinya menendang tubuh Elbara. Cowok itu pun memutuskan untuk kembali untuk masuk ke kamarnya dan Kayla.
Elbara menghampiri Kayla yang ternyata sudah tertidur. Cowok itu duduk di samping Kayla. Dia tersenyum kala tangan istrinya masih memegang HP. Dengan hati-hati, Elbara memindahkan HP milik Kayla ke meja kecil yang ada di samping tempat tidur. Setelah itu, cowok itu menyelimuti istrinya sampai batas dada. Tangan kekarnya bergerak mengusap kepala Kayla dengan sayang. Bibirnya tidak henti-hentinya melengkung kala matanya sejak tadi terus memerhatikan wajah istrinya yang sangat cantik. Cowok itu pun memilih mendekatkan bibirnya dengan telinga istrinya.
"Jangan lama-lama marahnya, ya, Sayang."
Jam weker yang ada di meja kecil terus berbunyi. Jam menunjukkan pukul empat pagi. Kayla terbangun dari tidurnya. Dia terkejut kala di sampingnya ada suaminya yang tidur hanya beralaskan lantai yang dingin.
"Selamat pagi," sapa Kayla. "Kesayangannya Kayla," lanjut Kayla terdengar sangat pelan.
Selepas mengatakan itu, Kayla pergi menuju dapur untuk membuat cilok yang akan didagangkan nanti siang di SMA Dirgayaksa. Berbeda dengan Elbara yang mulai merubah posisinya menjadi duduk. Dia tidak kuasa menahan pipinya yang memanas setelah mendengar perkataan manis dari istrinya.
"Sial! Marah juga masih bisa bikin baper," gumamnya.
***
Kayla memasangkan topi warna merah ke kepala mungil Raymond. Dia juga membantu Raymond mengenakan tas gendong di punggung Raymond. Kayla mencubit pipi anaknya yang sangat menggemaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELBARAKAYLA [ENDING]
RomanceYang sudah membaca cerita ini, tolong jangan spoiler alur cerita dan endingnya! "𝐋𝐨 𝐧𝐲𝐮𝐫𝐮𝐡 𝐠𝐮𝐞 𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐧𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐢𝐧 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢 𝐠𝐮𝐞? 𝐋𝐨 𝐠𝐢𝐥𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐠𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚?" Sejak kecil, Elbara sudah ditinggal mamanya. Mamanya lebih...
![ELBARAKAYLA [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/324124535-64-k268887.jpg)