3. Gigitan Raymond

18.6K 1.3K 10
                                        

Elbara dengan hati-hati menggendong Raymond yang masih tertidur. Anak kecil itu sempat terbangun untuk sekedar menanyakan minuman kesukaannya. Namun, selepas itu Raymond kembali tertidur dengan menyandarkan kepalanya di pundak Elbara.

"Pa, ana cucu, Pa? Lay mau cucu, Pa."

Elbara melirik sekilas ke arah anaknya yang tiba-tiba tidak bersuara lagi. Rupanya Raymond sudah kembali tidur. Cowok itu merogoh ponselnya untuk menghubungi Haikal yang katanya siap menjemputnya. Ralat. Lebih tepatnya menjemput Raymond yang sudah kelelahan.

"Kal, lo bisa jemput anak gue sekarang?"

"Bisa banget papa muda. Kapan?"

"Sekarang, Kal. Buruan ke sininya nanti anak gue keburu bangun terus enggak mau pulang sama lo."

"Beres. Gue ke sana sekarang papa muda."

Baru saja hendak kembali memasukkan ponselnya tiba-tiba kembali ada panggilan masuk. Namun, ini bukan dari Haikal, melainkan dari istrinya sendiri.

"Kenapa? Kangen?"

"Raymond mana? Kok dia gak pulang? Padahal dia harus tidur siang, Elbara Arjuna Ragaspati."

Elbara menjauhkan ponselnya dari telinga. Cowok itu terlebih dahulu mengusap-usap telinganya. "Bawel banget! Bentar lagi Raymond pulang."

Seorang cowok berambut ikal menghampiri Elbara yang berdiri di dekat pos satpam. Elbara dengan hati-hati mengoper Raymond ke Haikal. Elbara tidak akan pulang bersama Haikal dan Raymond karena cowok itu harus menemui seseorang terlebih dahulu.

"Awas kalau dia nangis, gue cabut gigi lo satu persatu!"

"Ancamannya serem banget, Papa muda." Haikal terkikik geli. Cowok itu dengan cepat meninggalkan Elbara sembari menggendong Raymond dengan hati-hati.

***
Bella merangkak menghampiri mamanya yang tengah duduk selonjoran sembari melipat pakaian. Bayi mungil itu meletakkan tangan mungilnya di paha Kayla seolah memberi kode kalau dia ingin berada di pangkuan mamanya. Kayla yang peka terhadap keinginan anaknya langsung meletakkan baju milik Elbara yang sedang dilipat, lalu membawa Bella ke dalam pangkuannya.

"Mau makan? Bentar, ya. Mama ambilin dulu kuenya."

Kayla berjalan ke dapur untuk mengambil kue berupa makanan pendamping ASI yang sempat dia terima dari abangnya beberapa waktu yang lalu.

"Anak Mama mau makan ini, ya?" Kayla mengarahkan kue yang sudah dia bagi beberapa bagian ke Bella. Bella menghampiri tangan mamanya yang memegang kue.

Kayla tersenyum bahagia. Dia tidak pernah mengira bakal mempunyai anak selucu Bella dan Raymond. Tangan Kayla bergerak mengusap bibir Bella yang berlepotan.

Kayla menoleh kala ada seseorang yang terus mengetuk pintu rumah yang catnya sudah mengelupas. Orang itu pasti bukan Elbara karena Elbara kalau masuk rumah bukan tipe yang ketuk pintu terlebih dahulu, melainkan dia langsung masuk begitu saja.

"Masuk! Pintunya enggak dikunci."

"Mama! Laymond punya ini, Ma!" Raymond mengangkat tinggi-tinggi mainan motor-motoran dengan raut wajah yang sangat ceria. "Mama! Laymond punya ini, Ma!" teriak Raymond sekali lagi lantaran mamanya masih sibuk menyuappi Bella biskuit.

"Kal, mana Elbara? Kok Raymond bareng sama lo?"

"Elbara ada urusan, Kay. Gue pulang dulu, Kay."

Kayla mengangguk. "Hati-hati, Kal. Makasih udah anterin anak gue pulang. Titip salam sama cewek lo, ya."

"Om," panggil Raymond.

Haikal menyejajarkan tubuhnya dengan Raymond. Tangan kekarnya bergerak mengusap rambut Raymond dengan penuh kasih sayang. "Kenapa anak ganteng?"

ELBARAKAYLA [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang