Secara perlahan mata cantik itu mulai terbuka. Kayla mengubah posisinya menjadi setengah duduk. Mata yang indah itu tertuju ke jam dinding yang menunjukan pukul empat pagi. Kayla meraih ponsel yang semalaman ada di sampingnya dengan data seluler yang masih menyala. Kayla melotot lantaran banyak spam chat dan panggilan masuk dari suaminya.
"Kira-kira Elbara bisa tidur gak, ya?" gumamnya.
Kayla turun dari tempat tidurnya. Dia melangkah menuju balkon kamar. Dari sana, dia melihat ada mobil suaminya yang terparkir. Kayla lega lantaran suaminya sudah pulang. Kayla menikmati angin yang menerpa kulit wajahnya. Cewek berparas cantik itu sama sekali tidak akan turun karena hukuman belum selesai.
"Sabar, Elbara. Hukumannya akan berakhir kalau adzan subuh berkumandang," kata Kayla.
***
Elbara sama sekali tidak tidur. Dari semalam, cowok itu hanya melamun sambil memikirkan cara agar istrinya mau membukakan pintu untuknya. Elbara menaikan kakinya ke atas kursi. Dia membenamkan wajahnya di atas kedua lututnya yang dia tekuk. Mata yang indah itu terpejam dengan begitu sempurna.
Elbara kembali membuka matanya ketika suara adzan subuh berkumandang. Elbara menggosok matanya berkali-kali ketika dirinya tidak sengaja menangkap objek seorang cewek cantik yang berjalan ke arahnya.
"Buka pintunya!" titah Kayla.
Elbara menuruti permintaan istrinya. Cowok itu buru-buru keluar dari mobil dan sesampainya di hadapan Kayla, Elbara menarik Kayla ke pelukannya. Cowok yang mengenakan hoodie warna hitam yang dipadukan dengan celana jeans warna senada, serta kantung mata yang terlihat jelas di bawah matanya itu membenamkan wajahnya di ceruk leher istrinya. Di pelukan Kayla yang sangat nyaman, Elbara menjatuhkan bulir bening bak kristal dari matanya.
"Kenapa nangis?" tanya Kayla.
"Bayi Besarnya Kayla kenapa?" Cewek cantik itu kembali bertanya. Tangannya mengusap rambut Elbara.
"Pengen minum susu sambil meluk kamu," balasnya.
Kayla tertawa kecil, cewek cantik itu mengangkat pandangannya. Mata indahnya itu menatap mata suaminya yang berlinang air mata. Kayla tersenyum, dia menghapus air mata suaminya dengan lembut. Tangan Elbara masih melingkar di pinggang istrinya.
"Nanti aku bikinin, tapi sekarang kita masuk, ya. Solat subuh sama-sama, mau?" Kayla mengusap rambut suaminya dengan sayang. Matanya tidak berhenti menatap mata milik suaminya.
Elbara mengangguk. "Tapi, cium dulu." Elbara menyentuh bibirnya. "Boleh?" tanyanya.
"Boleh, tapi nanti aja di rumah." Kayla menyatukan tangannya dengan tangan Elbara. "Ayo," ajaknya.
***
Jam menunjukan pukul sepuluh pagi. Kayla tidak memberitahu Elbara kalau dirinya akan datang ke kantor. Cewek cantik berkulit putih yang mengenakan dress warna hitam dengan rambut yang dibiarkan terurai tengah berdiri di depan ruang kerja suaminya. Dengan penuh percaya diri cewek itu membukakan knop pintu dan mengangkat benda kesayangan suaminya.
"Sayang, aku bawain tumbler gambar——"
Kayla tersenyum kikuk ketika dirinya menjadi pusat perhatian tiga orang yang ada di dalam ruangan. Tiga orang itu termasuk suaminya. Elbara mengusap wajahnya dengan gusar. Ingin sekali rasanya dia menghilang dari muka bumi untuk sementara.
"Bentar, Pak."
Elbara menghampiri istrinya. Cowok itu menarik tangan Kayla. Elbara dan Kayla menjadi pusat perhatian para pegawai. Elbara yang sadar kalau dirinya menjadi pusat perhatian pun bergerak cepat merebut tumbler gambar sapi dari tangan istrinya. Elbara mempercepat langkahnya sambil menarik tangan istrinya. Elbara membawa Kayla ke tempat yang lebih sepi.
Elbara menyentakan tangan Kayla. Cewek cantik itu menyandarkan tubuhnya di dinding. Elbara tersenyum tipis. Dia memeluk Kayla dan membenamkan wajahnya di dada Kayla. Elbara memanfaatkan hal tersebut untuk meminum susu di tumbler gambar sapi sampai habis.
"Jangan dilepas, Sayang. Aku mau minum susunya sampai habis. Sudah haus daritadi."
"Aku kira kamu mau marahin aku."
Elbara menggeleng. "Gak akan. Aku gak tega marahin kamu. Soalnya kamu gemesin banget."
Elbara melepaskan pelukannya dengan Kayla lantaran susu di botol kesayangannya sudah habis. Tangan Kayla terulur mengusap susu di bibir suaminya. Elbara tersenyum. Tangan kekarnya memegang lengan istrinya . Cowok itu menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta. Tidak lama kemudian Elbara menarik Kayla ke dalam dekapannya yang sangat nyaman. Kayla menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Lain kali jangan ceroboh, Sayang."
"Maaf."
"It is okay, Dear." Elbara mengacak rambut istrinya dengan gemas. Selepas itu, Elbara mengecup kening istrinya cukup lama. "Aku sayang kamu."
"Me too."
KAMU SEDANG MEMBACA
ELBARAKAYLA [ENDING]
RomansaYang sudah membaca cerita ini, tolong jangan spoiler alur cerita dan endingnya! "𝐋𝐨 𝐧𝐲𝐮𝐫𝐮𝐡 𝐠𝐮𝐞 𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐧𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐢𝐧 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢 𝐠𝐮𝐞? 𝐋𝐨 𝐠𝐢𝐥𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐠𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚?" Sejak kecil, Elbara sudah ditinggal mamanya. Mamanya lebih...
![ELBARAKAYLA [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/324124535-64-k268887.jpg)