"Sa, Aksa Guartama! Lo jangan lari geblek! Gue gak mau kalau istri gue kenapa-kenapa, sialan lo, Sa!"
Elbara dibuat geram dengan perbuatan sahabatnya yang tiba-tiba menghindar. Cowok yang mengenakan setelan kaus putih polos yang dibalut dengan jas hitam sama sekali tidak menggubris perkataan Elbara. Aksa terus berlari menghindari Kayla yang turut mengejarnya.
Elbara berhasil menyamakan langkahnya dengan istrinya. Tanpa menunggu lama, Elbara menggendong tubuh istrinya. Cowok berparas tampan dengan rambut yang sedikit berantakan itu menuruni tangga dengan Kayla yang memberontak minta diturunkan.
"Turunin aku, Elbara Arjuna Ragaspati!"
"Mau ngapain? Mau main kejar-kejaran lagi sama Aksa?"
"Bukan main kejar-kejaran, Elbara. Aku cuma mau nanya alasan bang Aksa menjauh dari Melody!"
Elbara menurunkan istrinya dari gendongannya lantaran handphone yang dia taruh di saku celana berdering. Tertera nama Haikal di layar handphone. Dengan cepat, Elbara mengangkat panggilan masuk dari sahabatnya.
"El, lo sama Kayla ada di mana? Soalnya ini keponakan gue yang lucu-lucu ada sama Alvano."
"Gue lagi di koridor kelas sepuluh, Kal. Bentar lagi gue sama istri gue langsung ke aula."
Kayla tidak sengaja melihat seorang gadis cantik yang membawa bayi berjalan ke arahnya. Cewek cantik itu langsung menyenderkan kepalanya di pundak Elbara. Elbara menoleh, tangannya bergerak mengusap pipi istrinya dengan begitu lembut. Satu detik kemudian, Elbara menyatukan tangannya dengan tangan istrinya.
"Ayo, Sayang," ajak Elbara.
Elbara mencegat kereta bayi milik Bella. Hal tersebut dimanfaatkan Riska untuk menyentuh tangan kekar Elbara. Raut wajah Kayla memerah, dengan cepat cewek cantik itu menepis tangan Riska dari atas tangan Elbara.
"Gak usah sentuh-sentuh suami gue!" ucap Kayla dengan kesal. Dia langsung menggendong Bella.
"Maaf." Riska menunduk. Namun, gadis itu tetap curi-curi pandang ke arah Elbara.
Elbara mengacak rambut istrinya gemas. "Iya, yang boleh nyentuh aku cuma kamu, ya, Kay. Cuma istri aku, Kayla Tyas Adhitama." Elbara tersenyum. Senyum yang membuat Riska meneguk ludahnya susah payah.
***
Robby meneteskan air matanya sembari menggenggam tangan istrinya. Wanita paruh baya itu celingak-celinguk mencari keberadaan seseorang yang dia harapkan kehadirannya. Namun, Nadin hanya menganggap kalau hal tersebut sama sekali tidak akan terwujud.
"Nadin, ada yang sakit?"
Nadin menggeleng lemah. "Mas, Elbara."
"Elbara——" Robby tidak jadi melanjutkan ucapannya lantaran ingin memberikan kejutan untuk istrinya.
"Mas, aku harus kasih surat itu ke anak aku, Mas. Anak aku, Elbara Arjuna Ragaspati," kata Nadin.
Robby sudah tidak sabar ingin menyaksikan reaksi istrinya ketika mengetahui kalau saat ini Elbara sudah tinggal satu rumah. Keinginan Nadin untuk terbangun karena tangis bayi akan segera terwujud.
"Sekarang kamu istirahat dulu, Nad. Kamu itu baru pulih. Urusan Elbara, biar anak kita yang ngurus."
Nadin menggeleng. "Aku pengen kasih tau dari mulut aku sendiri kalau aku Mamanya! Mama yang jahat sudah meninggalkan anak kandung!" Nadin terdiam. Air matanya menetes. "Elbara kayaknya gak bakalan sudi manggil aku dengan sebutan 'Mama', Mas."
***
Vinsilla yang baru saja mendaratkan tubuhnya di kursi yang ada di samping Kayla berdecak sebal. Cewek cantik itu berdiri dari duduknya, tangannya menunjuk ke arah Shella yang kini sudah mengambil alih kursi yang dia duduki. Shella sendiri hanya memutar bola matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELBARAKAYLA [ENDING]
RomanceYang sudah membaca cerita ini, tolong jangan spoiler alur cerita dan endingnya! "𝐋𝐨 𝐧𝐲𝐮𝐫𝐮𝐡 𝐠𝐮𝐞 𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐧𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐢𝐧 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢 𝐠𝐮𝐞? 𝐋𝐨 𝐠𝐢𝐥𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐠𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚?" Sejak kecil, Elbara sudah ditinggal mamanya. Mamanya lebih...
![ELBARAKAYLA [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/324124535-64-k268887.jpg)