Akhirnya apa yang dipendam Alvano selama satu tahun ini sudah diketahui Elbara. Iya, Alvano mengetahui kalau Elbara itu anak kandung dari mama sambungnya sekitar satu tahun yang lalu. Itu pun karena Alvano tidak sengaja menemukan foto bayi di dompet Nadin yang dibelakangnya ada nama 'Elbara'. Awalnya, Alvano ingin langsung memberikan informasi tersebut ke Elbara. Namun, Nadin melarangnya dengan alasan belum siap melihat reaksi Elbara ketika mengetahui semuanya. Dan kini Elbara sudah mengetahui semuanya. Namun, tidak dengan Nadin karena wanita itu belum sadar.
"Al, Papa mau tugas kamu sebagai CEO itu dijalankan dengan sebaik mungkin," kata Robby menatap putranya yang tengah menikmati sarapan. "Papa gak mau--"
"Selama ini Al selalu menuruti kemauan Papa! Bahkan, Al sendiri sampai rela mengorbankan cita-cita Al sendiri, Pa! Al capek dengan semua tuntutan Papa!"
"Berani banget kamu menjawab seperti itu, Alvano!"
Alvano menaruh sendok dengan kasar. Cowok itu bangkit dari duduknya. Sorot matanya menghunus tajam memasuki mata Robby. Alvano menatap papanya beberapa detik sebelum akhirnya dia pergi dari sana. Dengan gemuruh emosi yang bergejolak di dadanya.
Bi Susi yang melihat kejadian tersebut pun turut kasian dengan Alvano. Bi Susi tahu kalau cita-cita Alvano bukan sebagai CEO. Namun, sebenernya Alvano ingin menjadi seorang tentara seperti kakek dari ibunya.
"Kasian banget Den Al," gumamnya sembari menatap sendu Alvano yang melewatinya.
***
Kayla menghampiri suaminya yang tengah bermain dengan buah hatinya yang paling kecil. Bella yang duduk di kasur begitu gembira ketika ditemani papanya. Kayla sendiri turut bahagia melihat hal tersebut.
"Kamu mandi dulu, sana! Bella biar sama aku."
"Ngusir aku nih?"
Kayla menggeleng. "Bukan ngusir, Sayang. Kamu kan harus berangkat kerja--"
"Kayaknya aku hari ini mau ketemu sama pengacara papa aku, Sayang. Aku ngerasa aneh sama surat wasiat yang ditandatangani papa," kata Elbara. Dia meraih tangan istrinya dan menggenggamnya. "Papa menyerahkan semua aset yang dimiliki ke om Ryan dan nenek. Sementara aku? Aku yang anaknya tidak mendapatkan apa-apa. Aku memang tidak mengharapkan harta. Karena harta itu bisa dicari. Aku di sini cuma pengen keadilan untuk aku, Sayang. Aku harus bertemu langsung dengan pengacara papa," lanjutnya.
"Tapi kamu jangan sampai main tangan, ya. Aku gak mau kalau kamu kenapa-kenapa," ucap Kayla begitu mengkhawatirkan suaminya. "Pokoknya pulang nanti jangan sampai wajah kamu luka-luka." Mata cantiknya menatap sendu mata milik suaminya.
Elbara tersenyum. Tangannya terangkat mengusap pipi istrinya. "Iya, Sayang. Pokoknya kamu gak usah khawatir. Aku akan kembali ke rumah tanpa luka," kata Elbara.
***
Berbeda dengan Elbara. Saat ini Ryan tengah menemani Sari yang harus dirawat di rumah sakit lantaran penyakit jantung yang diderita wanita tua itu. Ryan tidak bisa membayangkan kalau Sari mengetahui semuanya.
Ryan mengeluarkan ponselnya yang terus berdering. Dia merotasikan bola matanya ketika mengetahui siapa yang menghubunginya. Siapa lagi kalau bukan Nadira.
"Ayah jahat! Ibu sampai saat ini belum sadar. Apa salah ibu sama ayah? Kenapa ayah tega bikin ibu Nadira menderita? Ayah jahat!"
"Jaga mulut kamu! Ayah gak bakal jahat sama ibu kamu kalau ibu kamu gak coba-coba buka rahasia ayah!"
"Rahasia?"
Ryan melangkah keluar kamar rawat Sari. Pria paruh baya itu menghentikan langkahnya di lorong rumah sakit yang sepi. Dia harap tidak ada seseorang yang dia kenal mendengarkan pembicaraan dengan Nadira.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELBARAKAYLA [ENDING]
RomanceYang sudah membaca cerita ini, tolong jangan spoiler alur cerita dan endingnya! "𝐋𝐨 𝐧𝐲𝐮𝐫𝐮𝐡 𝐠𝐮𝐞 𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐧𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐢𝐧 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢 𝐠𝐮𝐞? 𝐋𝐨 𝐠𝐢𝐥𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐠𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚?" Sejak kecil, Elbara sudah ditinggal mamanya. Mamanya lebih...
![ELBARAKAYLA [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/324124535-64-k268887.jpg)