20. Penculik Raymond?

4.7K 521 13
                                        

Seorang pria yang mengenakan kemeja warna merah  yang dipadukan dengan celana kain warna hitam menuruni tangga. Di pergelangan tangan pria itu tersampir jas miliknya yang berwarna hitam.

Ryan menghampiri seorang wanita tua yang tengah menikmati sarapan. Wanita tua itu menatap anak bungsunya yang masih berdiri. Ryan menarik kursi, pria itu duduk di dekat Sari———mamanya.

"Mamah nyulik Raymond?" tanya Ryan tiba-tiba.

Sari meletakkan kembali sendok ke piring. Kerutan di keningnya tercetak begitu jelas. Sari menggeleng sebagai jawaban. Ryan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Kalau bukan Sari, siapa yang menculik Raymond?

"Kenapa kamu bisa nanya kayak gitu, Yan?"

"Kemarin malam Elbara datang nemuin Ryan di kafe. Elbara nuduh Ryan sebagai dalang penculikkan Raymond. Padahal, Ryan gak tahu apa-apa," jelas Ryan.

Senyum terbit dari bibir milik Sari. Tangan wanita itu bergerak menuangkan air minum. "Setidaknya ada orang yang membantu kita membuat Elbara dan istrinya yang pembawa sial itu menderita!"

Ryan tertawa mendengar apa yang dikatakan mamanya. Begitu juga dengan Sari yang ikut tertawa. Tawa mereka terhenti lantaran ada seorang cewek cantik yang tiba-tiba memeluk Sari dengan sayang.

"Nenek," lirih Shella.

Sari mendongak. Mata miliknya menatap mata Shella yang tampak basah. Tangan miliknya bergerak mengusap air mata milik Shella yang mengalir begitu saja di pipi milik Shella. "Shell, kamu kenapa?"

"Shella mau Elbara, Nek."

"Tenang, Shell. Om bakal bantu kamu buat dapetin hati Elbara lagi." Ryan menatap sekilas Shella yang memeluk Sari, lalu pria itu fokus dengan makanannya.

Shella tersenyum bahagia. Cewek itu sangat bahagia lantaran pihak keluarga Elbara mendukung dirinya bersama Elbara. Berbeda dengan Kayla yang kehadirannya tidak diterima Ryan dan Sari. Kehadiran Kayla hanya diterima Antony———papa Elbara.

***
"Sayang, bangun," ujar Kayla lembut. Tangan Kayla bergerak menepuk-nepuk pipi Elbara dengan pelan.

Elbara menuruti perintah istrinya. Cowok itu membuka matanya, objek pertama yang Elbara lihat adalah wajah cantik istrinya. "morning, Sayang," kata Elbara dengan suara khasnya kalau baru bangun tidur.

Kayla merubah posisinya menjadi berdiri. Cewek cantik itu sedikit melangkah mendekati pintu untuk mengambil  handuk milik suaminya yang menggantung.

"Kamu mandi, terus nanti sarapan. Biar aku suappin."

Mata Elbara mengerjap pelan. "Bener? Suappin, ya?"

Kayla mengangguk. "Iya, Sayang. Buruan mandi! Katanya mau cari Raymond lagi." Tangan miliknya masih memegang handuk milik Elbara. "Buruan, Sayang!"

Sudut bibir Elbara sedikit terangkat. Elbara menarik handuk yang berada di tangan istrinya. Tarikkan tersebut berhasil membuat jantung Elbara dan Kayla berpacu dengan cepat lantaran Kayla menubruk dada Elbara.

Terdengar tangis bayi dari ranjang bayi yang ada di samping tempat tidur Elbara dan Kayla. Kayla menegakkan tubuhnya kembali. Tujuan Kayla kali ini menenangkan Bella yang menangis.

"Sayang." Elbara berdiri dari duduknya. Mata miliknya tidak pernah absen menatap wajah cantik Kayla.

Kayla menggerakkan mainan yang menggantung di tempat tidur Bella. Apa yang dilakukan Kayla berhasil membuat bayi menggemaskan itu tertawa. Bella terus memukul sekitarnya berkali-kali. Kayla sudah tidak tahan ingin menggendong anaknya yang begitu lucu.

"Kesayangan Mama cantik banget." Kayla mendusel-dusel hidungnya di dada Bella.

"Suami sendiri diabaikan!"

ELBARAKAYLA [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang