15. Masalah buat Elbara

6.5K 616 15
                                        

"Selamat malam gantengnya Mama."

Kayla mengecup kening Raymond cukup lama. Cewek itu menyelimuti Raymond sampai batas dada. Kayla bangkit dari duduknya untuk menghampiri suaminya yang duduk di teras rumah bersama Haikal. Tadi, Kayla belum sempat membuat kopi untuk suaminya dan Haikal lantaran Raymond minta ditemenin tidur.

Kayla berjalan ke dapur untuk membuat kopi. Jantungnya hampir saja copot kala mata cantiknya menangkap siluet seorang cowok yang keluar dari kolong meja. Cowok itu tidak lain adalah Elbara.

"Astagfirullah! Kirain setan," celetuk Kayla.

"Suami sendiri dibilang setan."

Kayla nyengir. "Ya, maaf, Sayang. Habisnya kamu muncul tiba-tiba dari kolong meja," balas Kayla.

"Kamu enggak keluar?" tanya Kayla kala suaminya malah duduk di depan meja makan. "Haikal nungguin--"

Elbara menggeleng. "Haikal sudah pulang, Sayang."

Netra hitam milik Elbara tertuju ke jam dinding yang menunjukkan pukul delapan malam. Elbara bergerak mengusap tenggorokannya yang terasa kering. Kayla sendiri yang peka langsung menuangkan air minum ke gelas yang ada di hadapan suaminya. Namun, kenyataannya Elbara hanya menginginkan susu.

"Minum dulu," ucap Kayla.

"Mau susu," balas Elbara.

"Iya, aku bikinin susunya, tapi kamu temenin Bella."

***
Seorang cowok yang mengenakan kaos warna hitam dan celana training warna senada tengah duduk di kursi yang ada di balkon kamarnya. Alvano meletakkan kembali gelas yang ada di genggamannya kala handphone yang di dekatnya tiba-tiba menyala. Cowok itu tersenyum kala membaca nama kontak yang menghubunginya.

"Mama," ucap Alvano.

"Al, kata bi Susi, kamu dibentak sama papa?"

"Iya, Al habis dibentak sama papa gara-gara Al bilang kalau Al cinta dan sayang sama Kayla."

Di seberang sana. Seorang wanita tersedak mendengar apa yang dikatakan anaknya. Hal tersebut membuat Alvano khawatir dengan mamanya.

"Kamu? Cinta sama Kayla? Al, Kayla itu--"

Alvano tersenyum. Cowok itu memilih untuk mengakhiri panggilannya begitu saja. Dia tahu ke mana arah pembicaraan mamanya selanjutnya.

istri orang lain, sambung Alvano di dalam hati.

***
Kayla mendudukan tubuhnya di sebelah Elbara yang tengah asyik bermain game. Cewek yang menggunakan piyama warna merah muda meletakan tumbler gambar sapi di meja kecil yang ada di samping kasur.

Selesai bermain game, Elbara menyimpan ponselnya di samping bantal. Sementara itu, cowok itu mulai menjatuhkan kepalanya di paha istrinya. Elbara sepertinya melupakan susu yang ada di meja. Tangan kekarnya bergerak menarik tangan istrinya agar mengusap rambut cowok itu dengan sayang.

"Sayang, usap-usap rambutnya," titah Elbara.

Kayla mengangguk. Cewek itu mulai mengusap-usap rambut Elbara secara perlahan. Usapan tersebut berhasil membuat Elbara mulai memejamkan matanya. Baru satu detik cowok itu memejamkan mata, tiba-tiba seorang anak laki-laki yang mengenakan piyama gambar tayo berhamburan ke pelukan mamanya sambil menangis. Sontak, hal tersebut membuat Kayla khawatir.

"Sayang, kamu kenapa?" tanya Kayla.

"Lay mau bobo cama Mama, Ma," balas Raymond.

Kayla mengangguk. "Iya, tapi Raymond pipis dulu, ya."

ELBARAKAYLA [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang