31. Di ujung tanduk

4.4K 438 34
                                        

Kayla mendekati suaminya yang tengah menemani buah hati mereka yang paling kecil bermain di kasur. Elbara membiarkan punggung lebar miliknya bersandar di dasboard. Cowok itu selonjoran dan di sampingnya ada bayi yang mengenakan kaus warna merah gambar beruang tengah asyik dengan mainan di tangannya.

Empeng Bella terjatuh. Kayla dengan cepat kembali memasukkan empeng ke mulut bayi perempuan itu dan Kayla mendudukan Bella di pangkuan pahanya.

"Pipi kamu masih sakit?" tanya Elbara.

Kayla menggeleng. "Udah gak sakit lagi." Kayla mengangkat tangan suaminya, lalu cewek itu menggenggam tangan Elbara. "Kamu jangan benci sama papa aku gara-gara kejadian tadi siang, ya." Mata cewek itu menatap Elbara dengan tatapan memohon.

Bibir merah muda milik Kayla mengembang dengan sempurna kala cowok di hadapannya mengangguk.

"Sayang," panggil Elbara. "Aku mau susu," lanjut Elbara.

***
Shella dan Ryan saling menatap satu sama lain setelah seorang wanita tua di hadapan mereka menjelaskan sesuatu. Lebih tepatnya sebuah strategi untuk menghancurkan hubungan Elbara dan Kayla.

"Rencana kali ini pasti akan berhasil," ucap Ryan.

Masih ingat dengan kejadian Elbara mabuk berat saat pesta ulang tahun temannya beberapa pekan yang lalu? Itu semua termasuk rencana licik Sari, Ryan, dan Shella. Namun, rencana itu gagal total lantaran ada seorang cowok yang menyelamatkan Elbara dari jebakan.

Mereka bertiga menoleh kala ada seorang wanita paruh baya yang datang. Kedatangan wanita itu disambut hangat oleh Sari dan Ryan. Shella menoleh kala Ryan menepuk pundak Shella berkali-kali.

"Shell!"

"Kenapa?"

Wanita paruh baya yang mengenakan blus warna kuning mendudukan tubuhnya di samping Shella. Dia mengulurkan tangannya ke hadapan Shella. Shella tidak langsung menerima uluran tangan wanita itu. Kening gadis itu mengerut, dia langsung menjabat tangan wanita paruh baya di hadapannya.

"Ibu yang marahin Raymond?"

Dia mengangguk. "Iya, saya Dinara Agustin yang sudah membentak Raymond." Dinara tersenyum.

"Kamu bingung Dinara itu siapa?" Sari menghela napasnya pelan kala Shella mengangguk.

"Dinara Agustin ada kaitannya dengan Antony."

"Kaitannya dengan om Anton?"

"Termasuk Elbara," tambah Dinara.

***
Raymond turun dari pangkuan Aksa kala seorang cewek yang tidak lain mamanya sendiri menuruni tangga sambil membawa satu tumbler gambar sapi dan botol dot. Raymond menaruh es krim cokelat yang ada di wadah berbentuk bundar di meja. Anak kecil itu langsung memeluk kaki mamanya.

Kayla menyejajarkan tubuhnya dengan tinggi Raymond. Dia meletakkan kedua tangannya di pundak Raymond. Kayla tersenyum lantaran bibir Raymond berlepotan.

"Ray habis makan apa?" tanya Kayla lembut.

"Lay abis mam ecim, Mama," balas Raymond. Balita itu memperlihatkan deretan gigi putihnya.

Kayla mengusap es krim di bibir buah hatinya. "Mama mau bikin susu. Raymond mau, gak?" tanya Kayla.

Raymond mengangguk. "Lay na mimi cucu!"

Aksa berdiri dari duduknya. Aksa menghampiri Kayla dan Raymond di dekat tangga. Raymond terkejut ketika omnya yang bernama Aksa menggendongnya dan berjalan begitu saja menaikki tangga.

"Lay na ke Mama!" Tangan mungil Raymond memukul pundak Aksa. Aksa memejamkan matanya sejenak kala Raymond menggigit pundak Aksa dengan kencang.

***
Aksa mengambil ponsel yang ada di nakas untuk memotret keponakannya. Raymond sangat ganteng dan menggemaskan karena tubuh balita itu dibalut kemeja putih dengan tiga kancing dibiarkan terbuka, dan ditambah jas hitam yang membuat pesona kegantengan Raymond bertambah berkali-kali lipat.

ELBARAKAYLA [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang