43. Bayi besar nakal

6.4K 480 35
                                        

Elbara sejak tadi hanya cemberut sembari memeluk bantal guling lantaran istrinya tidak mau diajak pulang. Elbara benar-benar tidak bisa lama-lama berada di sini. Lebih tepatnya dia tidak bisa tidur sebelum dirinya minum susu di tumbler gambar sapi kesayangannya. Elbara menoleh ketika istrinya turun dari kasur. Kerutan di keningnya tercetak jelas. Cowok itu menahan tangan istrinya. Namun, Kayla malah menepis tangan suaminya.

"Kay, mau ke mana?" tanya Elbara.

"Aku mau ke kamar Alvano. Mau lihat Raymond."

Elbara menggeleng. "Biar aku yang lihat Raymond. Kamu di sini aja, Kay. Jangan pergi ke kamar Alvano. Aku takut kalau nanti Alvano macem-macem sama kamu," ucap Elbara yang menggenggam tangan istrinya.

Kayla menepis tangan suaminya. "Aku cuma mau lihat Raymond. Kamu gak usah larang aku! Aku juga gak bakal ngapa-ngapain sama adek kamu!" tegas Kayla.

Elbara tersenyum tipis ketika punggung istrinya sudah menghilang dari pandangannya. Cowok itu mengacak rambutnya dengan sekuat tenaga. Dia takut. Takut kalau Alvano akan memanfaatkan kesempatan ini. Elbara memilih untuk mengikuti Kayla. Namun, langkahnya terhenti ketika ada seseorang yang memanggilnya.

"Elbara!"

Elbara membalikan badannya. "Kenapa, Om?"

Robby menepuk pundak Elbara. "Jangan panggil Om. Panggil Papa aja. Mau gimana pun juga kamu itu anak saya juga, Elbara Arjuna Ragaspati." Robby tersenyum. Pria paruh baya itu menurunkan tangannya dari pundak anak sambungnya. "Papa harap kalau kamu——"

"Maaf, papa saya cuma papa Antony Ragaspati. Tidak ada orang yang bisa gantiin papa," potong Elbara.

***
Kayla mengeluarkan tumbler gambar sapi dari lemari piring yang ada di dapur. Cewek cantik itu tersenyum lantaran tidak ada seseorang yang mengetahui keberadaan botol gambar sapi yang sempat dia beli tadi sore. Cewek cantik itu sengaja tidak bilang ke suaminya lantaran ingin memberikan kejutan untuk Elbara.

"Bikin susu buat suami kesayangan," kata Kayla. "Bayi besar pasti gak bakal cemberut lagi," lanjut Kayla dengan diakhiri senyuman yang begitu manis.

Di sisi lain, Elbara berdiri di hadapan Alvano yang memasang raut wajah kesal. Cowok yang mengenakan kaus putih polos yang dipadukan dengan celana kolor warna hitam, berkacak pinggang dengan sorot mata yang memasuki mata milik Elbara yang menatap Alvano dengan santai. Bahkan, Elbara sama sekali tidak merasa bersalah lantaran dirinya sudah mengganggu Alvano.

"Istri gue lo sembunyiin di mana? Tadi dia bilang mau ke kamar lo! Mau lihat Raymond, tapi sudah lima belas menit dia gak balik lagi ke kamar," kata Elbara. Cowok itu masuk ke kamar Alvano. Dia mencari keberadaan istrinya. Namun, Elbara sama sekali tidak menemukan Kayla. Elbara mendaratkan tubuhnya di kasur. "Awas kalau lo berani macem-macem sama istri gue!" Elbara menunjuk Alvano yang berdiri di dekat pintu.

"Iya, Kak. Kalau gue gak khilaf gak bakal macem-macem sama istri lo. Lo santai aja, Kak," balas Alvano santai.

Elbara melotot. "Al, lo kayaknya sudah kangen banget sama tangan gue, ya." Elbara menatap tangannya yang terkepal erat. Urat-urat tangannya begitu jelas. "Mau nyoba bagian mana, Al?" tanya Elbara.

"Gue mau istri lo," balas Alvano.

***
Melody bingung dengan sikap Aksa yang tiba-tiba menjauh dari dirinya. Gadis itu padahal baru saja bahagia lantaran hubungannya sudah direstui orang tuanya. Namun, setelah restu dia dapatkan malah sikap Aksa yang tiba-tiba berubah. Melody takut kalau Aksa akan meninggalkannya. Dia tidak mau hal itu terjadi.

"Sa, balas pesan dari Melody, Sa," kata Melody.

Melody tersenyum dengan lega ketika ada panggilan masuk dari Aksa. Gadis itu buru-buru menerima panggilan masuk dari kekasihnya. Senyum dari bibirnya mengembang dengan sempurna ketika dirinya mendengar suara seseorang yang dia sayang.

ELBARAKAYLA [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang