Raymond menekuk wajahnya kesal. Seharusnya, sekarang ini dia ikut dengan papanya pergi juallan. Tetapi Raymond bangun kesiangan dan Kayla memang sengaja tidak membangunkan Raymond lebih awal.
"Anak Mama yang gantengnya mirip papa, kenapa mukanya ditekuk kayak gitu?" Kayla duduk di samping Raymond setelah membiarkan Bella duduk di karpet. Bayi cantik itu asyik dengan bola dan beberapa mobil-mobilan yang ada di depan matanya.
"Papa inggalin Lay. Adahal Lay na ikut," balas Raymond.
Raymond mengangkat pandangannya. Anak kecil yang masih mengenakan piyama warna putih gambar mobil-mobilan, menatap wajah cantik mamanya.
"Kenapa lihatin Mama kayak gitu?"
"Lay na elepon papa, Mama," balas Raymond.
Kayla mengangguk. "Bentar. Mama ambil dulu handphone Mama di kamar Mama. Raymond jagain Dede Bella dulu, ya," pesan Kayla ke Raymond.
Baru saja melangkah, Bella menangis. Bayi cantik yang mengenakan kaos warna merah muda merangkak sembari membawa mobil-mobilan. Kayla tersenyum, cewek itu bergerak cepat menggendong Bella.
***
"Mang, Elbara bikin kopi satu, ya," ucap Elbara sembari menuangkan kopi ke gelas.
"Iya, kalau mau makan tinggal ambil aja. Gratis kanggo Elbara mah," balas Mang Dayat diakhiri senyuman.
Sekitar lima orang pelajar berseragam putih abu-abu tengah duduk di bangku paling depan sembari merokok. Sudah sejak dulu, warkop mang Dayat dijadikan tempat membolos siswa-siswi berandalan SMA Dirgayaksa. Lima cowok itu dibuat terkejut dengan kedatangan beberapa orang, sekiranya tiga orang tiba-tiba menggulingkan gerobak cilok sehingga membuat beberapa butir cilok berserakan di permukaan bumi.
"Sialan!" Elbara melemparkan satu gelas kopi ke sembarang arah. Dada Elbara semakin naik turun kala tiga orang itu melarikan diri begitu saja. Elbara sangat yakin kalau semua ini ulah keluarganya sendiri yaitu ulah Ryan dan Sari atau kemungkinan Shella.
Elbara mengacak rambutnya dengan sekuat tenaga. Dia menatap nanar cilok yang sudah berserakan di aspal. Cowok itu membenarkan gerobaknya ke posisi semula sekalian memunguti beberapa cilok yang berserakan.
"Ryan iblis!" decak Elbara.
Mang Dayat berjongkok. Laki-laki paruh baya itu mengusap pundak Elbara dengan lembut. Mang Dayat berharap kalau usapannya bisa sedikit menenangkan perasaan Elbara. Tidak lama kemudian terdengar suara seseorang yang berhasil mengalihkan atensi keduanya.
"Elbara!"
Elbara mengembuskan napasnya berat kala matanya menangkap objek seorang wanita tua yang keluar dari mobil warna putih yang terparkir di pinggir jalan. Wanita tua itu berjalan mendekati Elbara yang tengah memunguti beberapa cilok bersama mang Dayat.
"Ini kenapa?" tanya Sari.
Elbara mengubah posisinya menjadi berdiri. "Gak usah pura-pura gak tahu, Nek!" balas Elbara dengan sorot matanya menghunus tajam. "Elbara yakin kalau Nenek dan anak kesayangan Nenek itu dalangnya!" Elbara memalingkan wajahnya ke sembarang arah kala pipi sebelah kirinya ditampar Sari.
"Elbara! Semenjak kamu nikah sama Kayla, sikap kamu jadi keterlaluan sama Nenek!" tegur Sari.
Elbara tidak menggubris neneknya. Cowok yang mengenakan kaos hitam lengan pendek yang dipadukan dengan celana kolor warna hitam selutut serta handuk kecil warna putih yang melingkar di leher memilih pergi menjauh dari Sari. Awalnya, Sari ingin mengejar cucunya. Namun, seorang gadis cantik yang mengenakan mini dress warna merah turun dari mobil, mengajak wanita tua itu masuk ke mobil.
"Shel, kamu bisa bantu Nenek?" tanya Sari.
Shella menoleh. Kernyittan di keningnya tercetak jelas. Satu detik kemudian gadis itu mengangguk. "Bantuan apa, Nek? Shella jadi penasaran." Shella nyengir.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELBARAKAYLA [ENDING]
RomanceYang sudah membaca cerita ini, tolong jangan spoiler alur cerita dan endingnya! "𝐋𝐨 𝐧𝐲𝐮𝐫𝐮𝐡 𝐠𝐮𝐞 𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐧𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐢𝐧 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢 𝐠𝐮𝐞? 𝐋𝐨 𝐠𝐢𝐥𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐠𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚?" Sejak kecil, Elbara sudah ditinggal mamanya. Mamanya lebih...
![ELBARAKAYLA [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/324124535-64-k268887.jpg)