48. Takut kehilangan

4.2K 424 55
                                        

Tubuh Kayla begitu lemas ketika suaminya yang berada di tandu, dimasukan ke mobil ambulans. Hati Kayla terasa perih bak ditusuk ribuan jarum. Sorot mata cewek itu tertuju ke seorang pria paruh baya yang berhasil diringkus tiga petugas polisi. Dengan emosi yang bergemuruh di dadanya, Kayla menghampiri Ryan.

"Gara-gara Om Ryan, suami saya terluka!" ucap Kayla dengan nada tinggi tepat di depan wajah Ryan.

"Bukan salah saya, Kayla Tyas Adhitama!"

Ryan memalingkan wajahnya ke sembarang arah lantaran pipi sebelah kanannya menerima tamparan yang sangat keras dari Kayla. Pria paruh baya itu ingin membalas tamparan Kayla, tetapi tidak bisa lantaran kedua tangannya kini tengah diborgol.

"Beri dia hukuman yang setimpal, Pak! Dia sudah merenggut nyawa papa mertua saya! Dia juga yang sudah menembak suami saya!" tuduh Kayla.

Selepas mengatakan kalimat tersebut, cewek cantik yang hatinya tidak baik-baik saja itu kembali menghampiri mobil ambulans. Di sana, ada seorang cowok yang hendak menutup pintu mobil.

"Saya ikut!"

"Kay, lo gak usah ikut! Anak lo butuh lo!"

Kayla menggeleng. Cewek cantik itu menepis tangan Alvano dari pergelangan tangannya. "Suami gue jauh lebih butuh gue, Al. Dia lagi gak baik-baik aja." Kayla menunduk, menatap pria kecil di samping Alvano. Anak itu masih ketakutan dengan kejadian disaat papanya tertembak oleh kakeknya. "Sayang, kamu sama Om Pahlawan Super dulu, ya. Mama mau nemenin Papa."

"Mama sayang sama Raymond." Kayla mengecup kening Raymond sebelum akhirnya dia masuk ke mobil.

Raymond menangis ketika mobil ambulans yang membawa mama-papanya melaju. Anak kecil itu terus memberontak ketika Alvano hendak menggendongnya.

***
Kayla menggenggam tangan suaminya. Cewek cantik itu tidak sanggup menatap mata suaminya yang tertutup. Dia takut, kalau mata indah itu tidak akan terbuka lagi.

"Sayang," panggil Kayla lirih.

"Kamu harus bisa bertahan, Sayang. Aku yakin kalau kamu itu suami dan papa yang hebat. Kamu gak mungkin ninggalin aku sama anak-anak, kan?" Kayla mengusap rambut Elbara dengan sayang.

"Elbara akan baik-baik aja, Kay. Gue tau kalau Elbara itu sayang banget sama lo dan anak-anak." Shella mengusap pundak Kayla. "Elbara akan bertahan demi kalian. Dia akan berjuang untuk sembuh, Kayla." Tangan Shella terulur menghapus air mata Kayla. "Jangan nangis, Kayla. Elbara gak suka lihat lo sedih kayak gini."

Kayla menoleh, menatap seseorang yang selalu menghalalkan segala cara merebut suaminya. Shella pun sama menatap Kayla. Kali ini, tatapan Shella begitu tulus. Tidak ada tatapan kebencian dari Shella.

"Suami lo orang baik, Kay. Dia mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan papa gue. Seharusnya yang sekarang ada di sini itu papa gue, Kay," kata Shella.

Kejadian ketika Elbara mendorong Ridwan masih terlintas dalam benak Shella. Shella sama sekali tidak pernah menduga kalau Elbara akan melakukan hal tersebut. Cowok itu mengorbankan keselamatannya demi Ridwan, orang yang sudah menuduhnya. Menuduh Elbara sudah menghancurkan masa depan Shella.

"Gue takut kehilangan Elbara, Shell."

"Lo gak akan pernah kehilangan Elbara."

***
Alvano mengusap rambut Raymond dengan penuh kasih sayang. Anak kecil itu tengah tiduran menggunakan paha  Alvano sebagai bantalan. Usapan lembut dari tangan kekar Alvano membuat mata anak kecil itu tertutup.

"Bill, ke rumah dulu. Saya mau keponakan saya tidur di tempat yang nyaman," kata Alvano yang diangguki Billy.

Alvano mengeluarkan ponselnya yang sejak tadi berdering. Helaan napas panjang keluar dari bibirnya. Cowok itu dengan cepat mengangkat panggilan masuk dari bi Susi yang kebetulan tengah menjaga Bella.

ELBARAKAYLA [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang