22. Big Baby

8.1K 577 21
                                        

Elbara menurunkan Raymond dari gendongannya. Cowok itu menuntun tangan mungil buah hatinya memasuki rumah. Raymond mengangkat pandangannya kala dirinya dan papanya sudah berada di rumah.

"Papa," panggil Raymond.

"Kenapa? Ray sudah ngantuk?"

Balita itu menggeleng. "Lay, na mimi cucu, Pa."

Elbara membentuk mulutnya seperti huruf 'o'. Cowok itu mengacak rambut putranya dengan gemas. "Ya, udah. Papa bikinin susunya sekarang, ya. Raymond masuk aja ke kamar Raymond," ujar Elbara.

"No, Pa! Lay na cucu bikinan Mama!" tolak Raymond.

***
Di dalam kamar berukuran sempit, Kayla terus menatap foto buah hatinya. Setetes air matanya mengalir, membasahi foto Raymond yang mengenakan kaos merah dan celana jeans selutut yang digendong Elbara.

"Sayang, Mama kangen," ucap Kayla begitu lirih.

Tangan cewek itu bergerak mengusap bingkai foto berukuran sedang yang ada di hadapannya. Kayla menyandarkan punggungnya di dinding sembari memeluk foto Raymond dengan begitu erat.

"MAMA!"

Kayla menaruh foto di samping bantal. Cewek cantik itu mengubah posisinya menjadi berdiri. Dia menghampiri buah hatinya yang berdiri di dekat pintu. Kayla menggendong Raymond. Raut kebahagiaannya terlihat begitu jelas di wajah cantik ibu dua anak itu.

"Mama, Lay na mimi cucu," pinta Raymond yang masih berada di gendongan mamanya.

Kayla menurunkan Raymond. Cewek yang mengenakan piyama warna merah muda menyejajarkan tingginya dengan tinggi Raymond. "Mama kangen banget sama kamu, Sayang. Maafin, Mama, ya. Mama sudah lalai jagain Raymond," ucap Kayla dengan air mata yang sudah berhasil membasahi pipinya. "Pokoknya Mama janji enggak bakal lalai lagi jagain Raymond. Mama akan pastikan kalau Raymond bakal baik-baik aja kalau ada di samping Mama." Kayla mencubit kedua pipi Raymond.

"Mama! Lay na mimi cucu!"

Kayla tertawa kecil. "Iya, Sayang. Mama bikinin susunya sekarang. Raymond tunggu di sini, ya," ujar Kayla.

***
Kayla meneguk ludahnya susah payah kala mata cantiknya menangkap objek seorang cowok yang membelakanginya hanya mengenakan celana pendek selutut warna hitam. Punggung kekar Elbara terekspose bebas membuat darah di tubuh Kayla mengalir deras.

"Sayang," panggil Kayla.

"Kenapa?" sahut Elbara sembari mencari kaos putih.

Kayla berjalan mendekati Elbara. Kayla memeluk tubuh suaminya. Cewek cantik itu membenamkan wajahnya di balik punggung kekar Elbara. Senyum dari bibir Elbara terpancar begitu jelas. Diiringi dengan detak jantung yang sangat kencang. Elbara sedikit menunduk, mata cowok itu menangkap tangan istrinya yang memeluk tubuhnya begitu erat. Tangan Elbara bergerak mengusap punggung tangan istrinya dengan sayang.

"Makasih sudah bawa Raymond kembali."

"Kamu Papa yang baik buat anak-anak kita."

Elbara membalikkan badannya menjadi menghadap ke arah istrinya. Cowok itu menggenggam tangan Kayla. Elbara menatap dalam mata istrinya.

"Sama-sama, Sayang. Raymond sudah tidur?"

Kayla mengangguk. "Sekarang giliran kamu yang tidur."

"Bikinin susu di tumbler gambar sapi, ya, Sayang. Dari pagi, aku belum minum susu," pinta Elbara ke istrinya.

Kayla mengangguk. "Iya, nanti aku bikinin. Sekarang kamu di baju dulu, ya, Sayang." Kayla mengambil baju kaos warna putih polos lengan pendek di lemari. Kayla menyerahkan baju itu ke suaminya. "Nih! Buruan pake, Sayang. Aku mau ke dapur——" Ucapannya terpotong kala Elbara tiba-tiba memotongnya.

ELBARAKAYLA [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang