34. Kalau usai

4K 435 71
                                        

"Gue tau banget, Shell. Kalau lo itu akan melakukan apapun untuk mendapatkan gue lagi," kata Elbara sembari menatap Shella. Elbara menunjuk wajah Shella menggunakan jari telunjuknya. "Dan lo jangan harap kalau rencana busuk lo bakalan berhasil, Shell. Sampai kapan pun gue cuma milik istri gue, Kayla Tyas Adhitama. Lo itu cuma masa lalu gue, Shel——"

Shella mengangguk. "Iya, gue tau kalau gue ini cuma mantan lo, tapi seharusnya lo sadar kalau anak lo ada di rahim gue, Elbara Arjuna Ragaspati!" ucap Shella.

Elbara menggeleng. "Gue harus jelasin gimana lagi, Shell? Gue gak pernah nyentuh lo——" Elbara memalingkan wajahnya ke sembarang arah lantaran pipi sebelah kanannya ditampar Ridwan.

Raymond yang masih digendong papanya pun menangis. Hal tersebut membuat Elbara bergerak cepat menenangkan anak pertamanya dengan cara mengusap punggung Raymond. Usapan tersebut membuat Raymond secara perlahan menjatuhkan kepalanya di pundak papanya. Mata Raymond terpejam.

"Papa gak papa kok, Sayang. Raymond tidur, ya, Sayang. Jangan nangis lagi. Kan, anak Papa hebat."

"Kay," panggil Shella.

Kayla yang merasa dipanggil pun mengangkat pandangannya. Alisnya saling bertaut. "Kenapa?"

"Seharusnya lo pergi dari kehidupan cowok gue! Lo itu cuma jadi pembawa sial! Semenjak Elbara nikah sama lo, dia itu jadi menderita! Sadar diri bego!" erang Shella.

"Shell, seharusnya yang sadar diri itu lo! Lo di sini cuma masa lalunya suami gue, Shell," balas Kayla. "Gue memang kecewa sama suami gue, tetapi gue gak akan langsung melepaskan orang yang dari dulu gue inginkan, Shell. Gue akan melepaskan Elbara kalau anak yang ada di rahim lo beneran anak Elbara," lanjut Kayla.

"Kan, ini beneran anak suami lo!"

"Shella, Shella, lo yakin banget itu anak gue? Gimana kalau itu anak yang ada di rahim lo itu anak om Ryan?"

Selepas mengatakan kalimat tersebut, Elbara menarik tangan istrinya agar ikut masuk dengannya ke rumah. Jujur saja Elbara sudah sangat muak jika dirinya harus terus berhadapan dengan dua orang yang mengganggu ketenangannya. Shella dan Ridwan pun memilih untuk pergi meninggalkan rumah tersebut. Namun, sebelum itu Ridwan sempat-sempatnya menendang pintu.

***
Ridwan menutup pintu mobilnya cukup kencang membuat jantung Shella hampir lari dari tempatnya. Shella tahu kalau papanya sangat marah dengan apa yang dilakukan Elbara. Shella mengusap pundak papanya. Berusaha menenangkan papanya.

"Pa, Papa jangan marah sama Elbara, ya. Shella tau kalau apa yang dikatakan Elbara tadi bikin Papa sakit hati, tapi mau gimana pun juga dia papa dari anak Shella."

Ridwan menyugar rambutnya. Dia menoleh, menatap wajah cantik putrinya. "Tapi Papa gak terima kalau anak Papa diperlakukan kayak tadi, Shell! Sikap Elbara sudah keterlaluan sama kamu!" ucap Ridwan.

Shella tersenyum. "Pa, Shella tau itu, tapi Shella gak mungkin pisahin anak Shella dari papanya."

Shella sendiri sama sekali tidak peduli siapa ayah kandung dari jabang bayi yang ada di dalam perutnya. Yang paling penting, Shella bisa memanfaatkan hal tersebut untuk kembali mendapatkan Elbara.

"Pa," panggil Shella.

"Kenapa?"

"Anterin Shella ke rumah nek Sari. Shella mau ngobrol banyak sama nek Sari, Pa. Boleh, ya?"

ELBARAKAYLA [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang