BAB 29

11.1K 269 1
                                        

Tessa ketakutaan setelah kejadian pembunuhan yang terjadi depan matanya. Tanganya, masih gemetar dan terasa sangat dingin sampai saat ini. Matanya bahkan sulit untuk terpejam meskipun hari telah berganti menjadi pagi. Darah yang ada di bawah kakinya telah hilang tapi, masih tetap saja Tessa merasa bahwa disana tetap ada. hangat dari selimut yang memeluk tubuhnya tak cukup membuat hatinya menghangat.

Tessa tak tau lagi harus bagaimana sekarang. Kalau bisa memilih mati! Tessa lebih baik mati dengan cepat, dibandingkan ia harus merasakan seperti ini. Tessa bukan menyerah! Ia hanya tak ingin karenanya nyawa seseorang akan kembali hilang

****

"Ada enam penjaga di bagian depan." James membatin mengintai dari semak- semak mengunakan teropong.

Tangannya melirik jam yang telah menunjukan pukul 9 malam. James sudah menahan diri untuk tak datang menyerang sejak semalam. entah, apa yang terjadi pada Tessa di dalam sana. James hanya berharap bahwa Tessa akan baik- baik saja.

Ia sudah menyiapkan beberapa orang yang menguntai di setiap titik di markasnya Darius. Pria itu hanyalah pria tua yang bodoh! Darius mencoba untuk membunuhnya hanya karena semua pesokan senjata yang bisanya di jual kepada Darius berpindah menjadi memihak kepadanya.

Akan tetapi sepertinya, kejadian beberapa tahun yang lalu masih tak membuat Dairus merasa jera kepadanya. Setelah bangkit dari koma pria itu masih mencoba untuk menyentuh James, apa James akan membiarkan Darius menang kali ini tentu saja tidak.

"Start!" James memberi instruksi melalu Earphone walkie talki yang terpasang pada telinga kananya.

Enam penjaga yang ada di depan tertembak dengan handgun tanpa suara. James bergerak keluar dari semak- semak berlari bersama tujuh anak buah yang ikut serta bersamanya.

Mereka terus menembak ke arah setiap penjaga yang semakin banyak dan bertambah. James berjalan masuk ke dalam markas Darius mencari keberadaaan pria itu tapi, yang terjadi malah sebaliknya James malah merasa ia sedang di kepung. oleng banyaknya anak buah James yang entah muncul dari mana.

"Beritahu Darius aku datang!" James mencoba untuk tenang karena tujuan awalnya ingin melawan Darius dan bukanya menghabisi semua anak buahnya.

"Lihatlah!! Sang jagoan berhasil datang menemuiku." Darius datang dengan senyum yang paling lebar. saat melihat wajah James, di antara puluhan anak buahnya yang mengelilingi pria itu.

"Aku hanya datang bertamu...tapi, sepertinya kau punya maksud lain." James tersenyum tipis.

"Minggir kalian!" Darius meminta semua anak buahnya minggir dari hadapanya. Darius serasa ingin membunuh James sendiri mengunakan tanganya tak perduli dengan jalan apa yang akan ia tempuh. Darius haus akan darahnya James Skywalker pria yang masih terlihat sangat sombong padahal sudah akan mati!.

"James Skywalker!!" Darius mendekati James dengan sepatu pantofel yang berbunyi dengan keras dilantai ubin markasnya.

Mereka berdua saling melemparkan tatapan maut yang tajam. Bagaikan seekor singa yang siap menerkam mangsanya, satu dengan tatapan ingin membunuh cepat. Dan satu lagi dengan pemikiran bagaimana menikmati membunuh mangsanya agar siksaan tak cepat mencabut nyawa pria sombong itu.

"Dimana kau meletakan dia?." James berbicara dengan berbisik.

"Istrimu? Aku memperkosanya apa kau puas!" Darius tertawa saat melihat raut wajah James yang berubah menjadi datar.

Bug...

James memukul Darius tepat pada batang hidung pria itu, yang membuat tubuh Darius terhuyung kebelakang dan menyentuh hidungnya yang terasa sakit dan ternyata benar hidungnya mengeluarkan darah. Tak ia biarkan sekali saja membalasnya, James kembali memukul Darius tepat pada perut pria itu.

𝐍𝐀𝐔𝐆𝐇𝐓𝐘 𝐒𝐄𝐂𝐑𝐄𝐓𝐀𝐑𝐘Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang