BAB 60 MY WEDDING

12.5K 206 12
                                        

*******Suasana yang begitu sakral

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*******
Suasana yang begitu sakral. Di antara bunga- bunga mawar putih yang menghiasi ruangan outdoor, kursi- kursi telah di susun dengan rapi. Dengan satu piano putih yang berada di sudut altar, semuanya begitu indah hari itu.

Tessa menatap semuanya dari lantai dua, ia dapat melihat suasana tempat acara pernikahannya berlangsung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Tessa menatap semuanya dari lantai dua, ia dapat melihat suasana tempat acara pernikahannya berlangsung. Tessa berdiri dengan wedding dress dengan ekor yang menjuntai panjang, lengan yang Sabrina di taburi mutiara di bagian dadanya. Kain tile yang juga bertaburan mutiara--begitu indah menghiasi kepala Tessa, senyum tak pernah luntur sedikitpun dari wajah Tessa.

"Kau begitu terlihat sangat bahagia," Berlin berdiri di depan pintu, dengan membawakan buket bunga anggrek dan mawar putih yang di rangkai begitu indah sedikit menjuntai.

"Kau begitu terlihat sangat bahagia," Berlin berdiri di depan pintu, dengan membawakan buket bunga anggrek dan mawar putih yang di rangkai begitu indah sedikit menjuntai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tentu saja," imbuh Tessa melebarkan tangannya, menyambut Berlin yang datang dengan sedikit berlari ke arahnya.

"Selamat menempuh hidup baru my Queen." Berlin melepaskan pelukannya, ia menitipkan air matanya menyerah buket bunga yang ada di tangannya.

"Kenapa kau menangis sialan!" Tessa memaki Berlin dengan tertawa.

"Kau yang jalang !Kau mendahului aku menikah." Berlin ikut mengumpat Tessa, Berlin sangat ingat bahwa pertama kali ia bertemu Tessa ia memaki Tessa dengan mengatakan wanita jalang.

"Oh my God aku merindukan umpatan kasarnya, tapi jangan menamparku." Tessa sudah mengangkat tangannya membuat gerakan untuk melindungi pipinya.

"Tentu saja tidak! Kau sekarang kakak sepupuku, aku sangat bahagia kau menikah dengan Hardin." Berlin merapikan tile penutup kepala Tessa, berlin yang akan menjadi Bridesmaids Tessa.

𝐍𝐀𝐔𝐆𝐇𝐓𝐘 𝐒𝐄𝐂𝐑𝐄𝐓𝐀𝐑𝐘Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang