BAB 17

24.5K 438 5
                                        

"Kau akan pergi kemana?" Natasya melihat Tessa yang mengeluarkan koper dari dalam kamarnya.

"Aku haru pergi perjalanan bisnis ke jepang selama dua minggu...Maaf Natasya aku harus meninggalkamu sendirian." Tessa meletakan kopernya dan mendekati Natasya. Tessa tersenyum kecil dan menggusap bahu Natasya.

"Hati-hati Tessa semoga saja perjalanmu menyenangkan."

"Kau juga harus berhati- hati okey, Aku pamit Natasya." Tessa menyerahkan kepada supir taksi yang ia pesan.

Natasya melambaikan tanganya saat taksi itu berlalu dari pandangan Natasya. Natasya mencoba untuk masuk kembali kedalam rumah, akan tetapi saat tubuhnya berbalik ia terkejut akan bekapan kain yang menutup permukaan hidupnya. Natasya tak tau lagi apa yang terjadi padanganya berubah menjadi gelap.

"Tutup pintunya." James memerintahkan anak buahnya untuk menutup pintu apartemen milik Tessa.

James menatap wajah istrinya yang saat ini kehilangan kesadaraan. kerena, obat bius yang ia berikan ia tau hal ini terlalu kejam ia lakukan kepada Natasya akan tetapi tak ada cara lain selain membawa Natasya kembali ke mensionya yang ada di colombia.

James masuk kedalam mobilnya. Dan segera meninggalkan apartemen milik Tessa wanita yang pernah ia sewa sebagai istrinya, dan ternyata wanita itu juga cukup berani membawa Natasya kabur dari rumah sakit.

"Langsung saja bandara aku dan Nona akan kembali ke colombia." James berbicara pada supir pribadinya.

Mata jemes kembali berpusat pada wajah Natasya. Tanganya dengan perlahan menyentuh permukaan wajah istrinya, Natasya dulunya selalu menatap James dengan penuh cinta akan tetapi kenapa sekarang wanita itu berubah.

"Aku minta maaf membawamu dalam semua hal ini." James hanya bisa meminta maaf di dalam hatinya, ia tak bisa menghentikan pekerjaan yang ia lakukan selama ini.

****

Natasya membuka matanya. Ia langsung terkejut dan bangkit dari ranjang saat matanya jelas tak asing akan tempatnya saat ini.

"Tidak.. Tidak!! Aku tidak mungkin kembali kesini."

Natasya mengelengkan kepalanya mencoba untuk bangun dari mimpinya. Tapi tetap saja saat ia membuka matanya ia tetap berada di dalam kamar mereka. Foto pernikahan mereka terpajanga di depan matanya.

Natasya menangis air matanya kembali jatuh membasahi permukaan pipinya. Ia tak tau pria seperti apa suaminya jelas- jelas Natasya telah gagal mengenali suaminya yang ternyata seorang yang buas dan mengerikan.

"Kau sudah bangun sayang?"

Tubuh Natasya tersentak saat melihat wajah suaminya James yang membuka pintu kamar mereka. James dengan kemeja hitam dengan lengan yang telah di gulung sebatas siku berjalan mendekati Natasya yang ketakutan.

"Kenapa? Kau menghindariku...aku suamimu Natasya." James merentangkan tanganya bersiap untuk memeluk tubuh Natasya yang semakin menghindarinya.

"Kau bukan suamiku James!! Kau Monster!!" Natasya semakin menjauhi James. hingga tak ada lagi space untuk ia memundurkan tubuhnya yang bentrok dengan tembok di dibelakangnya.

"Sayang....apa yang kau lihat itulah faktanya, tanganku memang telah kotor tapi aku bukan monster seperti yang kau pikirkan." James mendekati istrinya dan mencoba untuk membelai pipi Natasya yang masih saja mencoba untuk menghindarinya dengan mata yang terpejam.

"Tidak! Aku tidak bisa melanjutkan semua ini!!" Natasya mencoba untuk menepis tangan James yang menyentuh pipinya. Setiap tangan James berada di tubuhnya, Natasya merasakan betapa kotornya tangan James yang berlumuran darah di depan matanya. yang dengan teganya, membantai nyawa orang lain tanpa belas kasihan.

𝐍𝐀𝐔𝐆𝐇𝐓𝐘 𝐒𝐄𝐂𝐑𝐄𝐓𝐀𝐑𝐘Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang