Twinkle, twinkle little star...
How I wonder what you are....
Suara kecil yang terdengar menyanyikan sebuah lagu yang sudah lama tak di dengar oleh Tessa. Tessa tersenyum, ia terus berjalan sepanjang lorong sekolah dasar 'Dreaming'. Tentu saja, Tessa punya tujuan kenapa ia datang ke sekolah dasar ini. Kali ini Tessa mendapatakan tugas ia harus mengambilkan rapot anak kecil, yang bernama Agatha Celsie yang berusia 6 tahun.
Tessa kembali melakukan pekerjaanya. Ia harus menerima tawaran pekerjaan karena satu hal. Kali ini, Tessa harus menjadi orang tua untuk Agatha Celsie. Anak kecil yang baru saja kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan seminggu yang lalu, dan sampai saat ini. Agatha tak tau bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal.
Tessa melihat sebuah kelas yang sesuai dengan informasi yang ia dapatkan Sepertinya, Tessa datang sedikit telambat disaat orang tua sudah pada datang. memenuhi meja yang terdapat masing- masing anak mereka. Hanya, satu meja yang masih kosong dengan anak kecil yang hanya menunduk dengan memegang boneka sailor moon.
"Baiklah sepertinya pembagian rapot hari ini akan di segera di laksanakan....meskipun, satu murid tanpa walinya hari ini."
Suara wanita yang merupakan wali kelas Agatha. sedang berbicara, dan Tessa masih menunggu di luar hingga wanita itu menyelesai pekerkataanya, tangan Tessa memgetuk kecil dan pintu sebelum memutar gagang dan membukanya.
"Aku minta maaf datang terlambat."
Tessa menuduk kepada wali kelas sebelum, ia menegakaankepalanya, berjalan menuju meja Agatha Celsie dengan santai meskipun, mendapatkan tatapan tajam para wali murid lainya.
Dan Tessa tau apa penyebabnya. Mungkin, karena pakaiaan Tessa yang serba berwarna hitam dan semuanya juga bermerek brandid. Sekali lagi Tessa tegaskan ia selalu totalitas dalam melakukan pekerjaanya.
"Hai sayang maafkan tante datang terlambat." Tessa membelai pipi Agatha yang menatapnya dengan tatapan bingung.
Satu persatu orang tua murid menerima hasil rapot anaknya. Hingga, kemudian tiba juga saatnya ketika nama Agatha Celsie dipanggil. membuat Tessa bergerak bangkit dan kembali maju mengambil rapot Agatha.
"Maaf saya lancang bertanya apa anda orang tua Agatha Celsie?"
Tessa yang baru saja duduk, langsung di sambut dengan pertanyaan dari wali kelas Agatha. Tessa tersenyum Tipis dan membuka kacamata hitamnya mengangkat satu alisnya.
"Yeah perkenalkan saya Tessa, ibu kandungnya Agatha Celsie." Tessa mengulurkan tanganya, dan langsung di sambut wali kelasnya Agatha yang bernama Theodora yang sudah terpapang jelas dari name tag yang menempel pada pakaianya.
"Maaf sebelumnya...banyak yang ingin saya katakan tentang putri anda Agatha,"
Tessa melihat wali kelas Agatha mengeluarkan dua map berwarna coklat dan abu- abu. Map coklat di ketahui adalah rapot yang sama dengan murid lain. lalu, map abu- abu apa? Kenapa Agatha memilikinya.
"Ini adalah hasil rapot Agatha...Semua nilai sangat memuaskan, tak pernah sekalipun Agatha mendapatkan nilai yang turun." Theodora membuka map dan memperlihat pada Tessa nilai angka yang benar nyaris sempurna mendekati angka seratus hanya kurang dua saja.
"Lalu apa yang terjadi dengan anak saya." Tessa kembali menatap wajah wali kelas Agatha yang akan mengatakan sesuatu.
"Agatha berbeda dari anak yang lainya. Ia selalu kelihataan murung, tak bermain dengan siapapun dan hanya menggambar ini." Theodora membuka map abu- abu dimana ada banyak kertas dalam pola gambar yang sama.
Tessa melihat Agatha selalu menggambar seseorang di bawah pohon. Dan dari kejauhaan ia menggabar orang- orang yang lain sedang bersama, Tessa mencoba mencerna maksud dari gambar yang Agatha buat dan seketika ia paham akan maksudnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐍𝐀𝐔𝐆𝐇𝐓𝐘 𝐒𝐄𝐂𝐑𝐄𝐓𝐀𝐑𝐘
RomanceCERITA AKAN DI PRIVATE SECARA ACAK JIKA INGIN BACA PART LENGKAP DI HARAPKAN FOLLOW DULU. JANGAN DATANG UNTUK PLAGIAT! Tessa Azela wanita yang memilih untuk bekerja menjadi pacar sewaan atau apapun yang berupa sewa. Dirinya akan dibayar sesuai kesu...
