BAB 44- Bab 45

10.8K 271 10
                                        

Hari bisa saja berlalu.

Tahun bisa juga berganti.

Waktu tak akan bisa di putar kembali.

Begitu juga luka, tetap tak bisa di sembuhkan dengan waktu.

Semuanya tetap sama! hanya cara pandanganya yang telah berbeda.

****

"Athena..."

Tessa melepaskan tangannya dari perlukan tubuh kecil itu. Anak kecil yang ternyata bernama athena itu, berlari kecil menuju pria di ujung sana Tessa dan pria itu hanya berjarak dua meter.

Tubuhnya membeku. Senyum tak lagi ada di bibir Tessa ia berusaha berdiri dengan kedua kakinya yang serasa berubah menjadi jelly, rasanya tertusuk saat tangan kecil itu menggenggam tangan Axel.

"Daddy."

"Hmm." Axel mengalihkan pandanganya dari wanita di depannya dan memusatkan perhatian kepada putrinya.

"Athena terjatuh daddy? Lihatlah tangan athena terluka."

"Benarkah sini biar daddy lihat." Axel menekuk lututnya untuk melihat luka kecil pada tubuh athena.

Tessa membalikan badannya dan memilih untuk meninggalkan Axel. Menurutnya tak ada lagi hal yang harus membuat ia harus menyapa Axel, ia tak lagi merindukan Axel, Semuanya tertutup dengan rasa bencinya.

"Tessa."

Tessa berhenti saat suara itu memanggil namanya. Kakinya ingin berbalik untuk melihat Axel tapi hatinya mencoba untuk menyadarkan nya bahwa tak lagi sisa rasa untuk Axel, tak ada lagi rasa percaya. Ia sudah hancur dan Tessa tak ingin terlihat menyedihkan lagi dan lagi.

"Tessa...maaf apa kau benar Tessa?"

Axel mendekati wanita berpakaian hitam dengan kacamata yang menutupi wajahnya tapi bagaimanapun wanita itu merubah dirinya Axel dengan mudah mengenalinya. Begitu juga perasaanya masih ada untuk orang yang sama. Axel menahan pergelangan tangan Tessa hingga membuat wanita itu kembali mau menatapnya.

"Tessa akhirnya aku menemukanmu."

"Aku tak ingin bertemu denganmu." Tessa membatin dalam hatinya.

"Sudah lama." Tessa menarik senyum di bibirnya, ia berusaha tersenyum dan terlihat pura- pura bahagia.

Tessa semakin terkejut saat Axel memeluk tubuhnya dengan erat. Tangan Tessa hanya menggantung di udara ia terlalu terkejut sampai matanya membesar tapi, dengan cepat juga ia kembali berekspresi datar tanpa senyum.

Axel melepaskan pelukannya karena, merasa Tessa mungkin tak nyaman dengan apa yang ia lakukan. Axel menatap wajah Tessa banyak yang berubah wanita itu semakin terlihat lebih dewasa, dan jauh matang Tessa dari tujuh tahun yang lalu.

"Tujuh tahun telah berlalu... tapi, ternyata kau masih terlihat sama." Tessa menatap Axel dengan jarak yang sangat dekat matanya berkaca- kaca sekarang tapi untung saja ada kacamata hitam yang masih membingkai wajahnya.

"Benar aku masih sama...Dan selamanya akan tetap sama." Axel menjawab dengan singkat.

"Putrimu cantik sekali... Maaf membuat ia terluka karena menabrak tubuhku." Tessa melihat ke arah athena yang berada di samping Axel.

Pantas saja mata anak kecil itu sangat tak asing karena memang athena duplikat Axel. Rasanya sakit ketika ia kembali teringat akan bayinya, bagaimana wajah anaknya jika ia hidup sampai saat ini. pasti pasti, ia juga secantik athena dan juga memilik satu hal yang sama dengan Axel.

𝐍𝐀𝐔𝐆𝐇𝐓𝐘 𝐒𝐄𝐂𝐑𝐄𝐓𝐀𝐑𝐘Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang