HAPPY READING
.
.
.
.
.
17 tahun kemudian...
"Happy birthday to you..."
Di sebuah gedung mewah, suara tamu yang bernyanyi bersamaan dengan iringan biola dan piano mengisi udara. Suasana damai dan penuh kebahagiaan menyelimuti ruangan tersebut.
Dua remaja laki-laki meniup lilin secara bersamaan, api lilin padam, dan tamu-tamu bertepuk tangan.
Rakha Abiputra pratama dan Bian Adiputra, remaja kembar yang tampan, mengenakan kemeja putih dengan jas abu-abu. Raka, yang terlahir lebih dahulu, dikenal emosional, sedangkan Bian, meski juga terkadang emosional, tapi lebih bisa menjaga emosinya. Mereka tersenyum dan berpelukan, terlihat bahagia di hari istimewa mereka.
Alesha, mengenakan gaun pink panjang dengan mutiara, melihat kedua putranya dengan penuh rasa bangga. Air mata terharu menetes dari matanya. Cepat-cepat, ia menghapusnya, senyum di wajahnya terlihat jelas.
Raka dan Bian menghampiri Alesha, memeluknya dengan penuh rasa sayang. Mereka tersenyum bahagia, matanya memejam di pundak Bundanya.
"Selamat bertambah usia, Raka dan Bian, kesayangan bunda," ujar Alesha dengan suara lembut, matanya tersenyum.
"Terimakasih bunda, kita janji bakal jaga bunda,
selamanya~"
Mereka berdua mencium pipi Alesha, membuat hati Alesha terasa hangat dan bahagia. Para tamu bertepuk tangan.
1 2 3 cekrek!!!
Alesha dan kedua putranya menggambil foto bersama, Alesha di tengah dan kedua putranya disamping kanan dan kiri. Mereka terlihat sangat bahagia, tersenyum hingga matanya menyipit.
Raka dan Bian berharap di tahun berikutnya bisa merayakan kembali hari ulang tahun mereka seperti sekarang, bersama Bunda yang sangat mereka sayangi.
Dengan bertambahnya usia mereka, Alesha berharap hari-hari mereka dipenuhi dengan kebahagiaan, tanpa henti.
***
Matahari mulai bangun dari redupnya cahaya, memancarkan sinarnya, memadamkan embun di dedaunan, menghangatkan tubuh dari hawa dingin, dan membakar semangat baru di pagi hari.
Jam sudah menunjukkan pukul 08.15 Raka terbangun dari tidurnya, duduk lalu mengumpulkan arwah nyawanya yang masih tertinggal dalam mimpinya.
Cahaya matahari menembus kaca di kamar Raka hingga kamar Raka sedikit terang, mata nya menyipit karna pantulan sinar matahari.
Kamar Raka terlihat berantakan dengan banyaknya kado-kado ulang tahun nya kemarin, mulai kado dari teman-temannya, keluarganya, hingga rekan kerja bundanya.
Masih sebagian kado yang sudah Raka buka, jumlahnya terlalu banyak hingga membuat Raka mengantuk dan tertidur tanpa disengaja.
Raka memuletkan badannya agar sedikit mengurangi rasa pegalnya hingga tulang-tulang Raka berbunyi, Raka berkali-kali menguap menandakan ia masih mengantuk.
Raka menidurkan kembali badannya ke kasur kesayangannya, matanya memejam, bukan tidur melainkan hanya menutup mata.
Hari ini adalah hari minggu, sekolah tutup jadi Raka bisa tidur sepuasnya, pikirnya.
Lima menit kemudian suara ketukan pintu berbunyi dan seseorang membuka pintu tersebut, langkahnya terdengar dalam keheningan, sesorang itu adalah Alesha.
Alesha menatap putranya yang tertidur pulas, lalu duduk di sisi ranjang.
"Raka anak bunda, bangun yuk? kita sarapan,"
Raka terbangun dari tidurnya, melihat sosok Alesha, Raka tersenyum, lalu memeluk Alesha yang masih dengan posisi tidur, Alesha tersenyum dan mengelus rambut raka.
"Raka bangun ayo sarapan,"
"Iya bunda," Raka melepaskan pelukannya dan bangun dari tidurnya lalu beranjak dari kasurnya.
"Hey, mandi dulu!" tegur Alesha menghentikan Raka yang ingin menyelonong keluar.
"Ga mau mandi, maunya langsung sarapan," rengeknya seperti anak kecil.
"Mandi dulu." tegas Alesha.
"Ga mau bunda, nanti boros air, mubazir!"
"Em.. kemarin yang habis ulang tahun dan sekarang umur nya udah 18 tahun, bunda gak percaya kalo kamu udah umur 18 tahun,"
"Terus bunda percayanya aku umur berapa?"
"Emmm, lima tahun!"
"Nah, benar!!!"
Alesha tersenyum, menggelengkan kepala sedikit tidak percaya kalo sekarang anaknya itu mempunyai bakat komedian.
Alesha mendorong tubuh Raka pelan dari belakang, mengarahkannya menuju kamar mandi. Begitu sampai, dia menutup pintu dan keluar dari kamar, meninggalkan Raka yang masih saja mendumel.
"Bundaaa, ih, nggak seru banget sih!"
Next...
Jangan lupa tinggalkan jejek :>
Vote, komen and follow!!!
Thank you ♡
Tiktok: Ayayti | Penulis Pena 📚
Instagram: Wp _ayayti1
26,12,2022
KAMU SEDANG MEMBACA
KARAFERNELIA
Ficção AdolescenteCerita ini menggambarkan perjalanan emosional Bryan dan Alesha serta dampaknya pada anak-anak mereka, menggambarkan kebahagiaan di tengah kesedihan dan harapan untuk masa depan. .... Raka berdiri di tengah kamar, wajahnya merah dan napasnya memburu...
