Fattah berpikir semalaman. Ia tidak punya keputusan lain selain cuti kuliah. Kakaknya sedang mengerjakan skripsi dan mengajukan cuti tidak memungkinkan baginya. Ia tahu kakaknya tidak akan pikir panjang untuk keluar, tapi ia tidak bisa membiarkan itu terjadi.
Ia berdiri di depan cermin untuk melihat penampilannya. Ia tersenyum kecil. "Everythings gonna be okay." katanya pada dirinya sendiri. Ia tahu ia dan kakaknya kuat. Mereka telah menghadapi banyak hal buruk sebelum ini.
Saat duduk di sekolah menengah pertama, ia terpaksa pindah dari sekolahnya karena usaha ayahnya hampir pailit. Tapi ternyata dalam dua tahun, keberuntungan masih berpihak pada keluarganya. Usaha ayahnya perlahan berkembang lagi. Keuangan keluarga mereka membaik. Satu-satunya yang ia tahu berubah buruk adalah keluarganya tidak seperti dulu lagi.
Saat sekolah menengah atas, ia semakin sadar kalau ada yang tidak beres dengan kedua orangtuanya. Keduanya tak banyak bicara. Suasana rumah menjadi lebih dingin dan tak dilihatnya lagi senyum ibunya. Ia lebih sering menghabiskan waktu dengan kakaknya di luar rumah. Setiap ditanya, Freya selalu bilang bahwa hal seperti itu biasa, dan nanti semuanya akan kembali lagi. Setelah itu, ia baru tahu kalau ayahnya berselingkuh. Freya tahu dan tidak pernah memberitahunya. Freya membiarkannya seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa. Perang dingin yang sering terjadi karena ada orang lain dalam rumah tangga kedua orangtuanya.
Dan akhirnya mereka bercerai. Ibunya yang menemani ayahnya disaat-saat terburuknya dan pria itu lebih memilih selingkuhannya. Freya ikut ibunya sementara ia dipaksa ikut ayahnya. Tak lama setelah lulus SMA, ibunya meninggal. Freya tinggal sendiri hingga akhirnya menyuruhnya tinggal bersamanya di rumah ini. Fattah tidak berpikir panjang. Ia mengemasi barang-barangnya dan pindah hingga akhirnya tinggal bersama kakaknya hingga sekarang.
"Bangsat!" Fattah menoleh saat mendengar suara itu, lalu tak lama suara pecahan terdengar. Ia melangkah lebar-lebar keluar dari kamar dan menemui kakaknya di meja makan. Gadis itu berdiri dengan telapak tangan bertopang di atas meja. Wajahnya memerah. Dadanya naik turun.
"Kenapa, Kak?" Fattah bertanya kebingungan. Diliriknya pecahan gelas di bawah kaki Freya.
Bibir Freya bergetar, "bokap lo yang brengsek itu mau jual rumah ini!" Freya menarik napas panjang namun ia gagal menahan tangisnya. Air matanya pecah. "dia tahu nggak, sih, kalau kita hidup aja tuh udah susah payah." lirihnya. Sejak mengetahui ayahnya berselingkuh dengan mata kepalanya sendiri, Freya tak sudi lagi menganggap pria itu sebagai ayahnya.
Fattah membeku di tempatnya.
"Kalau dari awal dia bilang nggak bisa biayain gue kuliah, gue nggak akan kuliah." Freya mengusap wajahnya kasar. "apa dia nggak mikir ini satu-satunya tempat yang kita punya. Kita mau tinggal di mana?" Freya menutup wajahnya dengan kedua tangan dan berjongkok.
Biasanya, ia selalu berusaha tegar di depan adiknya. Tapi kali ini ia tidak bisa menutupi sakit hatinya.
Fattah mendekat. Berjinjit untuk melewati pecahan kaca dan memeluk kakaknya.
"Kalau dia nggak bisa kirim uang lagi, gue nggak masalah karena kita udah besar. Tapi kalau sampai berpikir ngejual rumah ini, itu artinya dia benar-benar nggak peduli sama kita, kan?" Freya mencengkeram sisi kemeja adiknya erat-erat. Ia meraung dalam pelukan adiknya.
Fattah mengusap punggung kakaknya pelan. Sebelah tangannya lagi terkepal erat. Ia tidak punya apapun untuk dikatakan. Bukan juga saat yang tepat untuk marah. Ia perlu menenangkan kakaknya.
Fattah menunggu hingga Freya hingga benar-benar tenang. Gadis itu akhirnya terduduk dan menyandar pada lemari dapur, sementara Fattah membereskan pecahan gelasnya.
"Lo fokus skripsi aja. Gue yang cuti semester depan. Setelah lo lulus, gantian gue lanjut kuliah." Itu adalah jalan terbaik yang bisa ia pikirkan.
"Nggak..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Little Words [TAMAT]
HumorKai, gadis tomboy dan cuek yang tiba-tiba jatuh cinta. Hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Perlahan, gadis itu mulai mengubah penampilannya. Ia menjadi lebih rapi dan berusaha terlihat seperti seorang gadis pada umumnya. Ia pergi ke kedai k...
![Three Little Words [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/325342162-64-k892603.jpg)