SELAMAT MEMBACA ~~
°°°🦋🦋°°°
♪
♪
Seorang pemuda masih nyaman berada di pelukan selimut. Meski jam menunjukan pukul 6 pagi. Dia sangat malas buat bangun.
Embun pagi terasa begitu dingin.
Cuaca pagi itu seperti mengajak pemuda ini untuk tetap berlama - lama di tempat tidur.
Perlahan Silau pijar membuat pemuda itu harus membuka mata yang masih terasa berat. Ia sangat ngantuk.
Bukannya bangun lelaki itu kembali menyelimuti badannya. Siapa lagi kalau bukan Darren.
Di tambah hari ini Senin. Darren harus ke sekolah dan bertemu dengan pemuda yang amat ia benci.
Karena taruhan kemarin ia harus menjadi babu dari seorang Leo ALENKA.
Itu yang membuat Darren malas bangun dan pergi ke sekolah.
" Aarghhh!!!Kenapa Senin cepet banget sih " teriaknya frustasi. Minggu kemarin Darren melakukan hari biasa dan tidak ada yang istimewa
" Gue harus jadi babunya dia ya. Aarghh!!!" Darren mengacak rambutnya.
Dengan terpaksa pemuda itu berdiri. Berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.
10 menit berlalu ia sudah selesai dengan mandinya.dan langsung mengenakan baju seragamnya.
Darren bercermin sekilas memastikan kalau dirinya sudah tampan.
Setelahnya ia turun. Di rumah yang besar itu kedua orang tua Darren belum juga pulang . Darren yang sudah terbiasa di tinggal tersenyum lebar. Sembari melanjutkan langkahnya ke garasi.
Dering ponsel bergetar di saku celana Darren ia meraih dan melihat nama di layar ponselnya.
" Iya ?" Ucap Darren setelah mengangkat telepon itu
" Dimana?" Tanya seorang di sebrang sana.
"udah di jalan. "
" Oke hati- hati. Gue tunggu lu di sekolah. "
Tut!!
Darren menaruh asal ponselnya karena matanya fokus ke depan.
Jarak dari rumah Darren ke sekolah tidak terlalu jauh. Hanya butuh waktu 10 menit.
Sesampainya di sekolah Darren memarkirkan mobilnya. Ia sudah melihat pemuda yang tadi menelponnya. dia Reno.
" Tumben cepet ?" Tanya Darren
" Gue males di rumah. "
"Alasan. " Darren tertawa sembari merangkul pundak Reno.
" Woi hello Kitty. " Teriak seseorang. Mengganggu kesenangannya . Kedua pemuda itu menoleh. Darren memasang wajah cuek dan memutar bola matanya acuh.
" Apa!" Jawab Darren
" Bawain tas gue !" Perintahnya.
" Emang lu siapa nyuruh gue hah ?" Darren berdecak pinggang menatap pemuda itu.
" Gue bos dan lu babu. !" Pemuda itu yang tak lain Leo melempar tasnya ke arah Darren. Untungnya Darren bisa nangkap. Jadi wajahnya yang imut terlindungi.
" Apa - apaan sih lu ?" Teriak Reno yang tak terima dengan perilaku Leo kepada Darren.
" Kenapa ?" Ujarnya Leo dingin. Reno terdiam.
" Ren gue gak apa. Lu Duluan ke kelas nanti gue susul " pinta si manis. Dengan berat hati Reno mengikuti perintah Darren.
Leo tersenyum sinis. Menatap Reno yang telah pergi. Ia melangkahkan kakinya yang di ikuti Darren.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsesif [End]
RomantiekLanjutan dari cerita pacar posesif °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° " Mulai sekarang jangan dekat- dekat dengan orang lain. Ngerti ?" " Kenapa ? " Tanya Darren dengan tatapan super polosnya. " Aku gak suka berbagi !" Ucap Leo dengan tegas.
![Obsesif [End]](https://img.wattpad.com/cover/330871155-64-k666566.jpg)