bab 23

22.8K 1.1K 24
                                        

SELAMAT MEMBACA ~~

°°🦋🦋°°



" Jadi apa yang membuat kamu datang sendiri ke rumah Darren ? " tanya Raka

" Om udah bilang jangan hujan-hujanan. Kamu gampang sakit tau "

" Duuh om coba jangan marah dulu. " Darren kini duduk di sofa tangannya sibuk mengeringkan rambut karena tadi habis kena hujan.

Seharusnya Darren berada di bukit kan ? Kenapa sekarang bisa di rumah ?

Dia kabur pas hujan deras itu. Darren pergi menuju rumahnya yang tak terlalu jauh dari tempat camping nya. Darren turun dari bukit menuju jalan raya tanpa sepengetahuan semua orang. Karena dia sangat kesal dengan Leo yang meninggalkannya sendiri di bukit.

" Kalau Arga tau dia pasti marahin om. "

" Bilang aja Leo yang duluan diemin Darren gampang kan om "

" Oh ya  Darren kasih tau ya Om,  Kalau mau melakukan itu di kamar aja. Jangan di ruang tamu. " Ucapan itu seketika membuat Raka diam sedangkan Yohan memalingkan pandangannya karena malu.

Kejadian yang memalukan bagi kedua pasangan itu. Raka ingin melakukannya di ruang tamu bersama Yohan dia tidak tau kalau Darren  akan datang. Saat Darren masuk tanpa mengetuk pintu.  ia melihat Raka yang tengah ciuman dengan Yohan. Dan sontak pada saat itu juga Raka Yohan menatap Darren mereka menghentikan kegiatannya. gak mungkin dong ngelanjutin. Karena itulah Darren membahasnya sekarang. Agar ia tak dapat Omelan dari Raka.

" Jangan bahas itu ! "

" Ini tentang kamu Darren. ! "

" Om siapa coba yang gak kesal? Dia terlalu posesif om. Ini di larang. Itu di larang. Capek Darren om "

" Baru ngomong sebentar sama yang lain dia cemburu. "

" Om gak ngerasain sih makanya om marah- marah ke arren. "

" Hah " Raka menghela nafas panjang.

" Om emang gak ngerasain arren " kali ini Yohan berkomentar.

" Tapi om juga pernah ngelihat. pernah berteman sama orang kayak itu. Bahkan orang itu pernah membunuh orang karena mengusik miliknya. " Lanjut Yohan

" Dan untungnya si Leo gak seperti itu. Dia cuma menjauhkan kamu dari orang itu kan ?"

" Emang siapa yang melakukan itu om ?"

" Kamu mau tau ?"

" Iya " Darren menganggukkan kepalanya antusias.

" Nanti kamu tau sendiri '

" Yah gak asik. " Perdebatan itu terhenti saat pintu utama terlempar karena tendangan seseorang.

" Anjing!" Teriak Raka yang langsung berdiri.

" Siapa lu berani banget ngerusak pint-" Raka menggantung ucapannya saat  tau siapa orang itu

" Arga!" 

" Sorry karena gak sopan" ucap Arga yang datang bersama Leo dalam keadaan basah kuyup karena di luar masih hujan.

" Bisa kan lu gak tendang itu pintu !"

" Ya. Gue ganti !" Arga menghubungi seseorang buat membeli pintu dan memasangnya di rumah Raka.

" Gue cari Darren ! Ada ?" Tanya Arga

" Saya om "' Darren menaikan satu tangannya

" Kalau dia udah di rumah seharusnya lu bilang dari awal ke gue  " Arga memukul pelan kepala Raka. Kebiasaan yang tak pernah hilang

Obsesif [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang