bab 28

18.4K 1K 38
                                        

SELAMAT MEMBACA ~~

°°🦋🦋°°


" Reno. " Teriak Darren.

" Apaa..?" Jawab Reno lembut menatap Darren yang baru masuk ke dalam kamarnya.

" Nih makan. Om Yohan yang buat "  Darren memberikan kripik itu ke Reno.

" Reno lu tau gak. Geu kok tolol ya ?"

" Hah maksud lu ?"  Tanya Reno sembari mengunyah kripik itu

" Leo kan amnesia ?"

" Iya terus ?" Tanya Reno heran

" Karena dia amnesia. Dan lupa sama gue. Kenapa gak gue buat, dia inget gue ya ?"

" Gue kejar dia aja biar dia inget sama gue. !"

" Rencana gue bagus kan ,!" Darren tersenyum

" Gak. ! Gak bagus sama sekali. ,!"

" Eeh kenapa ,?" Tanya  Darren  menekuk kedua alisnya.

" Gue udah mau deketin lu tau gak ,!"

" Reno. Udah berapa kali gue bilang. Lu cocok jadi abang gue Eno "

" Gue suka lu Darren. Gue suka lu. Lu ngerti gak sih !"

" Tau ah. Gue benci lu !" Darren beranjak dari tempat tidurnya dan hendak keluar. Namun tangan  Reno menghentikan langkah pemuda kecil itu.

" Maafin gue . Gue salah. Jangan benci gue " ujar Reno yang terdengar sedu.

Darren melihat Reno ia merasa kasian dengan lelaki yang ada di hadapannya.

" Eem " jawab Darren  dan kembali duduk di kasur miliknya.

" Lu mau dukung rencana gue kan ?" Tanya Darren

" Iya. "  Jawab Reno meski di dalam hatinya yang paling dalam dia sangat membenci rencana itu.

" Oke mulai besok gue akan ngejar Leo ! " Optimis Darren  penuh semangat.

Reno menarik Darren hingga berada di Kungkungannya.

" Mau apa lu ?" Tanya Darren mendorong tubuh Reno yang ada di atasnya.

" Gue mau cium adik gue. "

" S-siapa adik lu. ?"

" Lu bilang gue Abang lu kan ? Apa salah seorang Abang mencium adik kecilnya yang manis ?" Reno tersenyum

" J-jangan lakuin itu!"  Tolak Darren

Tapi Reno tetep kekeh mendekatkan wajahnya ke wajah Darren.
Darren berusaha melawan namun cengkraman tangan Reno sangatlah kuat membuat Darren tidak bisa berkutik.

" Gue bilang jang-!"

Cup!!

Reno mencium kening Darren kemudian melepas pegangannya.

" Lu adik gue yang paling Kawai" ujarnya tersenyum

" Lu apa- apaan sih. ! " Darren bangun dan memegangi keningnya.

" Kenapa ? Jangan ngambek. Gue gak macem- macem kan ? Cuma kening "

" Iya udah karena udah malam gue balik sekarang ya ?"

" Pergi aja lu ! Sana pergi!" Ujar Darren yang terdengar seperti mengusir.

" Hahaha iya , iya. Gue gak dapat pelukan dari seorang adik?"

" Pelukan sama pohon pisang aja lu sana !" Darren mendorong tubuh Reno pelan

Dan Reno kembali tertawa.

Obsesif [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang