bab 39

17.1K 1K 91
                                        

SELAMAT MEMBACA ~~









°°🦋🦋°°






" Kenapa jalan di depan macet ?" Ujar seseorang yang sedang berada di dalam mobil.

Salah satu dari mereka menoleh sebentar sebelum kembali fokus ke ponselnya.

Orang- orang bergerombol, di sisi jalan suasana semakin mencengkram sesaat suara ambulan yang terdengar begitu nyaring.

" Leo coba lu lihat itu!" Kevin menunjuk seseorang yang keluar dari kerumunan

" Om Yohan ?"

" Hentikan mobilnya. " Perintah Leo

" Hati- hati. Lu baru keluar dari rumah sakit. " Ujar Kevin yang langsung turun menyusul Leo.

" Om " sapa Leo setelah ia mendekati Yohan.

" Leo " oceh Yohan pelan dengan mimik wajah yang terlihat berantakan.

" Ada apa om ? Kenapa sedih ? " Tanya Leo

" Siapa yang kecelakaan ?"

" Leo. " Yohan menatap Leo  lemah

" Darren. " Yohan menarik nafasnya panjang menahan air matanya biar tidak jatuh. Kemudian Yohan melanjutkan ucapannya. "  Darren ditabrak truk dan meninggal " adu  Yohan sedih.

Tangannya  bergetar meraih ponsel di saku celananya. Ia menunjukan itu ke Leo.

" Gak mungkin !"  Leo sungguh tidak percaya. Ponsel yang di keluarkan Yohan adalah milik Darren.

" Darren dimana ?"

" Gak mungkin !"

" Om pasti bercanda kan ?"  Ucapnya frustasi 

Belum lama Leo kehilangan mamanya kenapa sekarang dia harus kehilangan kekasihnya.? Kenapa? Tuhan tidak adil bukan ?

Leo yang syok berat itu jatuh duduk di jalan. Ia mengacak- ngacak rambutnya frustasi. Lelaki itu berteriak lalu meneteskan air matanya yang tidak bisa di bendung lagi.

" Darren !!!!!!!" Teriaknya.

Kevin yang baru datang cukup bingung melihat si Leo yang berwajah datar itu menangis.
Ada apa? Kenapa ? Kevin bertanya demikian.

Dengan berat hati Leo kembali ke rumah sakit  untuk melihat jenasah Darren

Leo pergi bersama Yohan dan Kevin.

Suasana mobil hening. Tidak ada suara hanya terdengar nafas ketiga pemuda itu.

Sesampainya di rumah sakit bau obat menyapa kedatanganya.  Leo bergegas pergi ke meja resepsionis.

" Korban kecelakaan truk yang terjadi tadi di perempatan! " Ucap leo begitu Samapi di meja resepsionis.

Petugas itu mengetik sesuatu di komputernya

" Pasien atas nama Darren Arshaka "

Setelah suster  itu menyebut nama Darren Leo semakin frustasi.

" Satu lagi korban atas nama Reno meninggal dunia. "

" Apa ?" Tanya Leo sekali lagi hanya untuk memastikan pendengarannya.

" Korban atas nama Reno meninggal dunia. "

" Reno ?" Gumam Kevin membuat ketiga laki - laki itu saling pandang

" Dua orang ?" Tanya Kevin

Semuanya tidak tau kalau Reno juga ikut dalam insiden itu.

" Iya " jawab suster.

Obsesif [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang