bab 30

21.6K 1.2K 49
                                        

SELAMAT MEMBACA ~~

°°🦋🦋°°

" Hey  pendek! " Sapa Leo membuat orang yang di panggilnya berhenti.

" Leo biasa tuh lu panggil gue baby bukan pendek!" Tegas Darren yang tidak terima kalau dirinya di panggil pendek meski dia sadar diri.

Semenjak kejadian di lapangan basket kemarin Leo tidak minta Darren buat menjauh darinya, ya meski kadang- kadang kepribadian Leo berubah- ubah. Kadang lembut. Kadang kasar. Kadang cuek. Kadang perhatian. Kadang cemburu kadang bodoamat.

" Masak gue panggil gitu?" Leo sedikit tidak percaya

" Iya betul" jawab Darren menganggukkan kepalanya antusias.

"Hmm" Leo hanya berdehem kemudian menatap k depan.

" Leo. Kalau lu gak inget gue lagi. Gue akan ninggalin lu. "

" Hmm "

" Gue bakalan nikah sama orang lain. Dan hidup bahagia. "

" Hmm "

" Cih. Kenapa respon lu gitu. ? Lu mau gue nikah sama orang lain hah ?"

Leo menatap Darren. "  Iya. Kalau lu mau " jawab Leo santai.

" Ck. Kemarin lu bilang jangan deket- Deket orang lain. Lu milik gue. Gue gak suka berbagi. Huh. Bulsit !" Ujar Darren meniru ucapan Leo.

" Lu cerewet. Pergi !" Usir Leo

Darren berdiri dari duduknya. Ia kemudian pergi kembali ke kelas.  Darren berjalan sembari bergumam kesal karena tingkah Leo.

" Hai cowok manis " sapa seseorang.

Darren menoleh. Dari sekian murid yang Adi di SMA alenka ini pertama kalinya dia melihat cowok itu yang berdandan ala orang luar.

" Ruang kepala sekolah di mana ?" Tanya pemuda itu.

" Hah di sana. Lu lurus aja. Terus ke kiri dan lurus lagi sedikit..di situ "

" Ruang kepala sekolah ? "

" Bukan! Itu kantin. "

" Gue kan nanya ruang kepala sekolah. Bukan kantin . "

" Lu gak bisa baca. Depan lu ruang kepala sekolah. Dan gue lihat lu baru keluar dari sana. " Ucap Darren semakin jengkel.

" Ketahuan ya ?". Pemuda itu cengingiran sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.

" Kenalin. Gue Kevin murid baru di sini. " Pemuda yang menyapa dirinya Kevin mengulurkan
tangannya.

Kevin. Pemuda yang berwajah tampan. Tinggi dan juga terlihat gagah jika di bandingkan dengan Leo. Kevin kalah jauh.

Darren melihat sekilas kemudian hendak membalas jabatan tangan itu namun leo mencegahnya.

" Gue bilang tunggu kenapa pergi ?" Ucap Leo menarik tubuh Darren.

" Tadi lu yang nyuruh gue per-..."

Darren menggantung ucapannya karena Leo menutup mulut Darren menggunakan tangan besarnya.

" Wahh ! Leo !" Teriak kecil merangkul pundak Leo.

" Gue baru mau nyari lu. "

Leo melihat sekilas. Menatapnya dengan malas.

" Woy ada apa dengan ekspresi lu. ?" Oceh Kevin.

" Berisik lu. " Leo meninggalkan Kevin. Lelaki itu menarik tangan Darren dan membawanya pergi.

" Tunggu gue Leo!" Teriak Kevin sembari berlari mengejar Leo.

Obsesif [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang