BAB 22

10.6K 753 110
                                        

Baru saja mendaratkan bokongnya di bangku kelas. Brigas sudah di serang banyak pertanyaan dari sahabatnya. Sepertinya langkah yang salah saat ia memposting foto Biru di akun Instagram pribadi miliknya. Hal itu cepat menyebar. Bahkan sudah banyak murid di sekolahnya yang tau. Hanya saja mereka tutup mulut kepada Brigas.

"Hayoo loh ngaku aja, lo suka yah sama dia?? Sampe ke pasar malem berdua gitu." Pertanyaan itu terlontarkan dari Kaiven.

"Gue udah pernah bilang kan?" Jawab Brigas dengan santai.

"Tapi, dua minggu yang lalu kan lo bully dia malahan sampe kurung dia di gedung belakang, kejadian itu coba lo jelasin alasannya?" Kini Rayden penasaran alasan Brigas melakukan hal itu.

Brigas memutar bola matanya malas. "Lo udah ganti profesi jadi wartawan? Banyak nanya lo."

Daniel yang tadinya duduk di atas meja kini turun lalu menghampiri Brigas. "Cukup jelasin aja hubungan lo sama dia. Lo suka sama dia?"

Brigas menyilangkan tangannya di depan dada. "Kalo gue suka ,kenapa? Terus kalo gue gak suka, kenapa?"

"Kalo lo gak suka, biar gue aja yang deketin Biru." Sahut Rayden.

"Mau mati muda lo?!" Brigas menatap Rayden sinis.

Rayden, Kaiven dan Daniel langsung tertawa kencang mendengar ancaman dari Brigas. Dari banyaknya pertanyaan yang terlontar. Tidak satu pun di jawab dengan serius oleh Brigas. Lebih tepatnya lelaki itu menghindar untuk memberikan kebenaran.

Brigas menghembuskan nafasnya kasar. Lalu menoleh kepada Rigel yang sedari tadi hanya diam di sampingnya.

"Udah sejauh mana?" Tanya Rigel saat bertemu dengan tatapan Brigas.

"Bisa di bilang udah dua puluh persen." Jawab Brigas yang kali ini jawabannya serius tidak seperti kepada sahabatnya yang lain.

"Pertahanin angkanya, jangan sampe kurang. Jaga emosi lo juga."

Brigas hanya menggangguk mengerti akan maksud dari Rigel. "Kalo lo? Masih belum mau di publish tuh cewek?"

"Gak ada niatan." Balas Rigel, kemudian lelaki itu memilih membuka buku paket yang terletak di mejanya.

"Yaelah Gel, masa sama sahabat sendiri gak mau cerita."

Rigel mengacuhkan ucapan Brigas yang menurutmu tidak perlu di jawab. Ia lebih memilih mempelajari kembali materi yang akan keluar dalam ulangan harian kimia hari ini.

"Ehh Gas, lo udah tau tentang anak-anak belom?" Ucapan dari Kaiven membuat Brigas menoleh.

"Kenapa emangnya?" Tanya Brigas.

"Ednan bikin ulah lagi, kali ini lebih serius. Dia hamilin cewek dari sekolah sebelah."

Mendengar kabar tentang salah satu anggotanya itu membuat Brigas terdiam. Tatapannya menjadi nyalang. Namun, jari-jemarinya mengetuk meja secara berirama. "Nanti pas istirahat bawa dia ke gedung belakang."

"Loh kenapa?" Sahut Rayden.

"Perlu di kasih pelajaran."

Daniel mengernyit dahinya. "Gak salah nih?"

Brigas mengangkat kepalanya menghadap Daniel. "Buat masalah kali ini gak ada kebebasan."

~•••~

Setelah menyantap makan siang di kantin. Biru, Sendu, dan Laura berniat untuk kembali ke kelas. Sepanjang menyelusuri koridor yang mengantarkan mereka ke kelas. Penjalanannya di isi dengan obrolan dan sesekali tertawa karna Laura yang selalu mengomentari penampilan setiap murid yang menatap mereka dengan sinis.

HANKER Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang