21. KETEMU ALEX LAGI

94 2 0
                                        


21

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

21. KETEMU ALEX LAGI

Kalau cinta tidak terbalaskan jangan pernah mau ngemis cinta untuk dia yang tidak mencintaimu- Danialanza

Pagi yang cerah, angin sepoi-sepoi menyentuh wajah Anza saat dia sedang joging bersama abangnya di sekitar taman dekat rumah. Jalanan masih sepi, hanya terdengar suara langkah kaki mereka yang melangkah cepat, berpadu dengan irama nafas yang teratur.

Tiba-tiba, seorang pria muncul dari arah berlawanan. Rambutnya sedikit acak-acakan, mengenakan jaket bomber dan celana jeans, dengan senyum yang langsung menarik perhatian.

"Hai, lo lagi. Kita ketemu lagi ya?" kata Alex, sambil memperlambat langkah dan menghampiri mereka.

Anza sempat terdiam sejenak. Matanya melebar, sedikit terkejut, meski wajahnya tetap menjaga kesan santai.

"Rumah lo daerah sini?" tanya Alex, menatapnya dengan tatapan yang ramah.

Anza tersenyum ragu, kemudian mengangguk. "Iya, rumah gue di sekitar sini."

Bang Bima yang sedang berdiri di sebelah Anza mulai merasa bingung. Dia memperhatikan pria itu dengan teliti, seolah mencari tahu siapa sebenarnya pria yang baru saja menyapa adiknya.

"Siapa itu, Dek?" bisik abangnya dengan suara pelan, mencoba agar pria yang didepannya tidak mendengarnya.

"Halo bang. Gue Alex temennya Anza, "sapa Alex ramah. Bima menyambut uluran tangan Alex.

"Lo anak Rajawali juga kayak adek gue?" tanya abang Anza, menatap Alex dengan tatapan yang tajam, seolah sedang menilai.

Alex menarik napas sejenak, lalu menjawab dengan tenang, "Gak bang, gue anak Pelita."

Tentu saja, jawabannya itu langsung mencuri perhatian Bima. "Pelita?" gumam Bima pelan agar suaranya tak terdengar. "Itu kan sekolah yang jadi musuhnya Galang, ya," dalam hati Bima bersuara kembali

Galang, sahabat dekat Anza, selalu menceritakan tentang sekolah yang satu ini, dan persaingan mereka yang tak pernah ada habisnya. Bima sangat tahu betul bagaimana Galang bisa begitu terobsesi dengan segala yang berhubungan dengan Pelita. Bahkan, sering kali Galang curhat panjang lebar tentang betapa bencinya rajawali pada anak-anak dari sekolah tersebut. Dan mendengar nama Pelita keluar dari mulut Alex, seolah memberikan konfirmasi yang tak bisa dia hindari.

Galang dan Bima memang sangat dekat, hampir seperti saudara. Bima mengawasi Alex dengan tatapan tajam, menyelidiki setiap gerak-geriknya. Wajahnya tidak menunjukkan tanda-tanda persahabatan, hanya ketegangan yang semakin terasa. Bima merasa ada sesuatu yang mencurigakan tentang Alex. Mungkin hanya perasaan yang terlalu berlebihan, namun dia tak bisa mengabaikannya. Sepertinya, dia harus terus mengawasi setiap langkah Alex, jangan sampai ada kejadian yang tak diinginkan

DANIALANZA [ END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang