Anza telah lama diam-diam menyukai kakak kelasnya. Setelah menyimpan perasaan itu dalam hati untuk waktu yang lama, akhirnya Anza memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, jawaban Danial sangat mengecewakan. Danial dengan tegas menol...
Hai guys gimana kabar kalian semua Masih nunggu cerita danialanza kan Sabar ya sayang-sayang ku
SEBUTKAN SIAPA YANG PALING KALIAN SUKA DARI CERITA DANIALANZA?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
11. MARKAS GALAKSI
Aku mengira kamu butuh seseorang yang tulus. Tapi ternyata, kamu lebih memilih dia yang bahkan tak tahu cara mencintai- Danialanza
Galang tiba di markas. Di sana sudah banyak anak-anak galaksi yang sedang duduk bersantai. Galang melangkah masuk tiba di dalam dirinya berpapasan dengan Danial. Galang tersenyum tipis setelah itu Galang melangkah ke arah Bara.
"Baru dateng Lang?" Aldric duduk di sebelah Bara. Aldric sedang asik menghisap rokok sambil menatap Galang. " Habis dari Anza?" tanya Aldric lagi.
"Dari rumah gue, " balas Galang. " Bryan sama Rifky kemana? Gak datang mereka?" Galang kembali bersuara melihat kedua temenya yang tidak kelihatan batang hidungnya.
"Rokok Lang?" tawar Aldric kepada Galang dengan menyodorkan rokok
Galang menggelengkan kepala. " Gak dulu lagi males nyebat gue, " balas Galang. Cowok itu datang ke markas dalam keadaan lesu seperti banyak pikiran. Temen-temen Galang saling pandang, saling mengkode. Siapa tahu ada yang berani nanya ke Galang.
"Lagi berantem sama Anza?" tanya Bara dengan nada meledek. " Atau ada yang lain yang lo pikiran, " tambah Bara lagi. Yang bisa membuat Galang galau dan resah hanya seorang Anza.
"Lo doain gue berantem sama Anza?" kesal Galang agak sensi. Galang menatap tajam Bara.
"Woles bro. Bara cuma nanya kenapa lo sewot, " ujar Erza menegur. "Kenapa sih lo, serius deh ada apa. Kayak cewek lagi pms tahu muka lo asem banget gak enak dilhat, " tambah Erza lagi.
"Menurut kalian, gue kurang apa ya sampai Anza dari dulu gak pernah bisa cinta sama gue. Yang dicintai malah bang Danial. Padahal gue sama dia masih gantengan gue dan baikan gue. Danial aja dari dulu suka nyakitin Anza kenapa bisa masih cinta sih sampai sekarang, " ujar Galang dengan mengeluarkan uneg-uneg yang dirasakan. Galang hanya merasa hidup itu gak adil untuk dirinya.
"Bukannya perempuan emang lebih suka cowok yang brengsek ya?" tanya Aldric. "Contohnya aja kakak gue, dia masih bertahan sama cowok yang tukang selingkuh dengan berdalih masih sayang katanya. Padahal gue udah sering ngingetin untuk lepasin cowok tukang selingkuh itu tapi dia tetep gak pernah mau dengerin, " tambah Aldric lagi.
"Cinta kan emang bikin bego, " ujar Bara santai. "Harusnya kalau emang dia nyakitin ya tinggalin bukan malah tetep bertahan, " tambahnya.
"Lo juga harus gitu Lang. Kalau emang Anza gak bisa bales perasaan lo ya pergi, tinggalin dia. Jangan ngemis-ngemis minta dicintai sedangkan dia aja sedang sibuk dengan yang lain, " ucap Erza.