Anza telah lama diam-diam menyukai kakak kelasnya. Setelah menyimpan perasaan itu dalam hati untuk waktu yang lama, akhirnya Anza memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, jawaban Danial sangat mengecewakan. Danial dengan tegas menol...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
14. PATAH
Aku melindungimu dengan seluruh yang kupunya, meski kau tak pernah menoleh ke arahku sekalipun- Danialanza
Galang sedang bersama Abel duduk berdua di pojok kantin. Abel sedang makan mie ayam sedangkan Galang memakan batagor. " Ribet ya kalau cinta sama sahabat sendiri, "ujar tiba-tiba Abel. Abel tidak menoleh tetep asik dengan makan mie ayamnya.
"Kenapa ribet?" tanya Galang dengan pandangan tanya.
"Ribet lah kayak lo gini, " balas Abel pelan. " Lo udah lama ya suka sama sahabat lo?" Abel bertanya.
"Lama dari sebelum Indonesia merdeka kayaknya, " ujar Galang dengan nada bercanda. Abel hanya mendengus kesal mendengar ucapan Galang.
"Bercanda bercanda. Dari sd gue udah suka sama Anza. Awalnya sih gue ngiranya itu rasa suka biasa aja tapi semakin gue dewasa semakin gue sadar kalau rasa suka yang gue miliki berubah menjadi cinta yang ingin memiliki. Gue gak suka ngelihat Anza bersama orang lain itu menyiksa gue " ujar Galang lagi.
"Lama juga ya. Terus tanggapan Anza gimana?" tanya Abel.
"Ya dia cuma nganggep gue sahabat. Gak punya rasa lebih seperti apa yang gue rasakan, " Galang menyesap minuman sampai habis.
"Lo gak sakit hati?" Abel bertanya lagi. Abel masih penasaran dengan hubungan Anza dan Galang.
"Bohong kalau gue bilang gue ngerasa biasa aja. Tapi cinta gak bisa dipaksakan. Gue juga gak mau ngerusak persahabatan yang gue punya, " ujar Galang. Perempuan itu menganggukan kepala mengerti.
"Kenapa gak nyoba cari yang lain biar bisa ngelupain Anza?" tanya Abel.
Galang terdiam. semua orang menyuruhnya untuk bisa secepatnya bisa ngelupain perasaannya terhadap Anza. Tetapi sampai sekarang dirinya belum bisa beranjak dari rumah lainnya. Dia masih setia di satu rumah yang di dalamnya berisi Anza. Galang tahu bahwa dari dulu Anza hanya menganggapnya sahabat. Sahabat yang selalu dibutuhkan.
"Gue udah pernah pacaran sama orang lain tapi itu gak berhasil. Gue malah nyakitin mantan gue dulu. Lagi lagi gue selalu mentingin Anza daripada yang lainnya. Dan itu ngerusak, " ujar Galang kepada Abel.
"Lo gak mencoba menjauh dari Anza. Siapa tahu perasaan lo bisa sedikit berkurang, " saran Abel.
Galang menatap ke arah Abel dengan pandangan penuh selidik. " Kenapa lo nanya tentang gue sama Anza terus lo cemburu?" tanya Galang blak-blakan.
"Ih ngapain gue cemburu. Gue cuma pingin tahu rasanya cinta sama sahabat sendiri itu gimana kayak yang lo rasain, " ucap ngegas Abel yang membuat Galang tertawa. Galang cukup terhibur dengan tingkah laku Abel.