Anza telah lama diam-diam menyukai kakak kelasnya. Setelah menyimpan perasaan itu dalam hati untuk waktu yang lama, akhirnya Anza memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, jawaban Danial sangat mengecewakan. Danial dengan tegas menol...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
7. PERPUSTAKAAN
Kalau nanti aku capek pasti aku akan berhenti sendiri, tapi kalau sekarang aku masih ingin mengusahakanmu- Danialanza
Sejak awal saat jatuh cinta selalu ada dua kemungkinan yang akan terjadi kalau tidak bahagia ya terluka. Jatuh cinta selalu saja menjadi suatu hal menyenangkan tapi di suatu waktu juga bisa menyedihkan. Anza merasakan perasaan jatuh cinta berkali kali saat menatap mata indah Danial. Danial cinta pertamanya, cinta yang dengan berani merampas semua sisi malu yang sedang dia rasakan.
Anza capek jika selalu diam diam menyukai Danial. Memikirkan ulang ide Shella, Anza memutuskan mengungkapkan cintanya kemarin. Meskipun respon Danial sangat tidak memuaskan. Danial pasti mikir kalau dia cewek aneh yang dengan tiba-tiba bilang suka ke dirinya. Siapa dirinya? Mungkin hanya sebagaian orang yang mengenalnya sedangkan kebanyakan orang pasti tidak ada yang mengenalnya termasuk Danial.
Anza cukup terkenal juga gara-gara dia deket dengan Galang selebihnya mana ada yang tahu dirinya. Banyak perempuan yang mendekatinya untuk bisa dekat juga dengan Galang. Galang emang selalu menjadi primadona di sekolah selain Danial tentunya. Banyak perempuan yang mengejar dan menembak Galang tapi semua Galang tolak.
Anza memasuki perpustakaan, di lorong perpustakaan Anza melihat Danial yang sedang fokus pada buku di tangannya. Danial terlihat sangat serius. Anza berjalan dengan pelan agar tidak menimbulkan suara. Perempuan itu berdiri di belakang Danial menunduk untuk melihat apa yang sedang cowok itu baca." Lagi baca buku apa kak?" bisik Anza dengan pelan. Anza yang berdiri sangat dekat dengan Danial membuat Danial dapat merasakan hembusan nafas dari Anza dan bau parfum dari perempuan itu. Bau buah stoberi yang menyegarkan di indra penciumannya.
"Maaf ya kak aku bikin kakak kaget ya?" Anza meminta maaf. Anza agak mengeser jarak agar tidak terlalu deket dengan Danial.
"Ngapain lo?" tanya Danial agak sewot. Beberapa hari ini hidupnya tidak tenang lantaran dirinya selalu di ganggu oleh gadis mungil yang berdiri di belakangnya. Perempuan yang selalu memakai aksesoris apapun yang berwarna pink.
"Aku lagi nyari buku buat tugas dong, " balas Anza dengan tersenyum lebar." Aku boleh duduk di sini gak kak?" tambah Anza lagi. Tetapi sebelum mendapat jawaban, Anza langsung duduk di sebelah Danial. Danial hanya bisa menghela nafas.
"Kak Danial dari tadi aku ajak ngomong diam aja lagi sariawan ya?" tanya Anza mendekat ke arah Danial.
"Lo bisa jauhan dikit duduknya. Gue risih, " Danial membalas dengan singkat. Anza memanyunkan bibir.
"Kok gitu sih kak, aku kan pingin deket sama kakak, " balas Anza gak mau kalah.
"Tapi gue gak mau. Gue udah bilang kan waktu itu, gue gak kenal sama lo jadi stop deketin gue. Gue risih, " Danial menatap tajam Anza.
"Emang salah kalau aku mau deketin cowok yang aku suka. Aku cuma ingin kakak tahu kalau ada perempuan yang bernama Anza yang suka sama kakak, " ucap Anza kepada Danial.