9. ALASKAR BERULAH

171 41 7
                                        


9

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


9. ALASKAR BERULAH

Biarkan diri kita jatuh agar kita tahu bahwa berharap dengan manusia adalah bukti paling nyata untuk terluka kembali - Danialanza

Alaskar datang ke sekolah Rajawali. Mereka melempar batu-batu ke arah sekolah. Alaskar emang suka membuat masalah apalagi dengan Galaksi. Semua yang ada di luar kelas berhambur sembunyi untuk menghindari dari lembaran batu. Semua berlari-lari.

Anza pun ingin menghindar tapi ternyata batu itu tidak sengaja terkena dirinya. Batu itu tepat mengenai dahinya hingga mengeluarkan darah.

"Sakit banget," Ringis Anza kesakitan. Cewek itu memegang dahinya dan melihat banyak darah yang keluar. Dari arah berlawanan ada Danial yang melihat Anza yang terduduk di pinggir koridor. Danial berlari untuk menyelamatkan Anza. Menarik cewek itu untuk bersembunyi di balik tembok.

"Dahi lo berdarah. Lo kena batu tadi ya?" tanya Danial kaget. Danial menyobek bajunya untuk bisa membalut luka di dahi Anza. "Sabar ya. Tarlagi kalau keadaanya udah membaik kita obati luka lo di uks. Keadaan sekarang belum aman, " tambah Danial lagi.

"Makasih ya kak udah nolongin gue. Gue ga tahu kalau gak ada kakak pasti kepala gue udah bocor nih, " ujar Anza dengan menatap cowok yang duduk disebelahnya.

Danial menggelengkan kepala, " Lebay banget gak sampai bocor juga kali, " balas Danial dingin. "Lo juga harusnya hati-hati. Ngapain juga keluar kelas ini kan masih jam pelajaran. Lo bolos ya?" tambahnya.

"Ih mana ada Anza bolos. Anza tadi itu kebelet. Tiba-tiba aku kaget ada yang ngelempar batu-batu mana gede lagi. Bahaya banget, " Anza dengan mimik wajah keselnya. Lagian siapa juga yang ngelempar batu-batu gini ke sekolahnya apakah sekolahnya ini punya musuh jadi ada yang neror.

"Kak tapi siapa yang ngelempar batu kayak gini. Jangan-jangan sekolah kita di teror kak, " Anza berbicara lagi. "Terus ada aksi pembunuhan. Ih serem banget kakak."

"Kebayakan nonton film lo. Mana ada yang kayak gitu, " Danial membekap mulut Anza yang dari tadi nyerocos aja. Bikin gendang telinganya rusak. Danial paling tidak suka cewek cerewet. Baginya itu sangat menganggu.

Anza hanya manyun. Cewek itu kembali diam. Takut diomelin lagi dengan Danial.

"Udah ayo pergi. Udah aman, " ucap Danial kepada Anza. Cowok itu membantu Anza untuk bangun. "Kita ke uks dulu. Obatin luka lo kalau gak diobati tar bisa bikin iritasi, " tambah Danial lagi. Danial berjalan bersisihan dengan Anza.

"Kakak udah suka aku ya? Makanya perhatian kayak gini, " ucap Anza.

"Bantu orang bukan berarti suka. Gak usah kepedean, " balas Danial.

"Ya siapa tahu kan. Soalnya hati manusiakan suka berubah siapa tahu kemarin kakak bilang gak suka sekarang malah suka ke aku, " ujar Anza.

"Gak. Gue gak akan pernah suka sama lo. Tipe gue pun jauh dari lo, " ketus Danial. Danial berjalan dengan cepat. " Gue nolong karena kasihan aja ke lo bukan karena gue udah mulai suka sama lo. Jadi bedain, " tambah Danial lagi.

DANIALANZA [ END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang