12. GUE BUTUH LO

176 38 4
                                        


13

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

13. GUE BUTUH LO

Mungkin dunia terus berubah, tapi satu yang tetap : aku selalu di sisimu, karena aku mencintaimu tanpa henti-Danialanza

Pada akhirnya aku sadar hidup adalah tentang saling mengikhlaskan untuk menjalani hidup. Galang menatap Anza dengan perasaan berkecamuk. Galang tahu kalau Anza tidak akan pernah bisa membalas cintanya. Anza terlalu berfokus kepada Danial bukan ke dirinya.

"Galang jadi nonton ini kan?" tanya Abel menatap ke arah Galang. Abel dan Galang sedang berjalan berdua di mall dekat rumah Abel. Galang mengajak Abel untukmenghilangkan penat di kepalanya.

Galang menganggukan kepala. " Ya itu aja udah. Lo yakin gak mau beli makan dulu. Masih ada waktu sejam sebelum film mulai, " ujar Galang menatap ke arah Abel. Cewek yang hanya tingginya sebahu Galang saja.

"Makannya selesai nonton aja deh. Sekalian lo temenin gue beli skincare ya soalnya skincare gue udah pada mau habis, " balas Abel. Cewek itu sedang sibuk memfoto tiket nontonnya untuk ia upload di story instagramnya.

"Lang lo belum follow ig gue ya, follow dong, " ucap Abel lagi. Galang yang mendengar itu menoleh ke arah Abel menaikan sebelah alisnya, " berani bayar berapa gue follow, " ledek Galang.

Cewek itu memayunkan bibirnya merasa kesal mendengar ucapan Galang. "Pelit banget. Kuburannya sempit tahu, " ucap Abel sewot.

Galang tertawa. " Gampang, tar gue gali biar lebar, " ucap Galang asal ceplos.

"Galang ih. Ngeselin banget, " kesal Abel melengos tidak lagi menatap Galang. Tapi Abel tidak bener-bener marah dengan Galang cewek itu diam-diam tersipu malu berdekatan dengan Galang. Abel udah lama menantikan momen ini, momen dimana dirinya bisa mengobrol dekat dengan cinta pertamanya, Galang. Cowok yang bisa dengan cepat mengambil cintanya.

"Becanda. Apa nama ig lo biar gue follow, " ujar Galang merongoh handphone di dalam saku celananya. Galang mengerutkan dahi melihat banyaknya panggilan telphone dari Anza. Galang pun membuka chat Anza yang dari dulu dirinya sematkan.

Annisa Zahra Ferdiansyah: Galang dimanaaa

Annisa Zahra Ferdiansyah: Lang

Annisa Zahra Ferdiansyah: Lo dimana

Annisa Zahra Ferdiansyah: Lang, bang Bima kecelakan

Annisa Zahra Ferdainsyah: Gue takut

Galang menghela nafas melihat chat dari Anza. Cowok itu menoleh ke arah Abel yang beruntungnya juga melihatnya. Galang ingin mengucapkan sesuatu tapi melihat mata tulus Abel dirinya mengurungkan diri. Sekali kali dirinya boleh kan egois dengan cara tidak merespon Anza tetapi Anza sendirian. Cewek itu pasti sangat ketakutan apalagi kedua orang tuanya sedang tidak ada di samping Anza.

Lagi lagi Galang berperang dengan hati dan egonya. Galang ingin egois tapi rasanya sulit sekali. Kenapa lo selalu buat gue gak berdaya sih Za ucapnya Galang dalam hati. Cowok itu menutup mata dan langsung terbayangan Anza yang menangis di rumah sakit.

DANIALANZA [ END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang