55. AWAL YANG BARU

136 1 0
                                        

55

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

55. AWAL YANG BARU

Luka lama itu selalu kembali mengingatkan aku, bahwa meski aku mencoba sembuh ada bagian dari diriku yang tak akan pernah utuh lagi- Danialanza

Hari ini, suasana ruang kelas terasa lebih berat. Di bawah cahaya matahari yang menerobos jendela, Anza duduk di barisan tengah, mata terpaku pada buku matematika yang terbuka di depannya. Semua rumus yang selama ini dia pelajari seperti berputar di kepala, dan setiap angka terasa seperti puzzle yang perlu dia selesaikan.

Ujian kenaikan kelas memang selalu menegangkan, tapi Anza lebih memilih fokus pada soal-soal yang harus diselesaikan, mengingat apa yang sudah dia pelajari. Terkadang, otaknya lelah, tapi dia tahu ini adalah saat untuk menunjukkan usahanya selama ini.

Lalu, suara langkah kaki yang cukup familiar mengganggu konsentrasinya. Di antara deretan bangku, Galang muncul dengan Bara yang berjalan di sampingnya.

"Rajin banget bu?" ledek Galang sambil mencolek pelan lengan Anza yang sedang menulis. Anza mendongak, matanya menyipit ke arah Galang yang kini berdiri di sampingnya, membawa senyum nakal seperti biasa.

Anza hanya bisa tertawa pelan, matanya kembali tertuju ke buku matematika. "Tadi malam gue ketiduran gara-gara lo sih, ngajak video call sampai malam banget, gue jadi lupa belajar," ucap Anza.

Galang tertawa. "Meskipun nggak belajar, nilai lo akan bagus sih, gue yakin." Tangannya diselipkan ke kantong celana, sementara wajahnya semakin mendekat.

"Lo juga ngapain di sini? Ruangan lo kan bukan di sini," tanya Anza mengangkat alis, merasa bingung dengan kehadiran Galang yang tiba-tiba.

"Mau liatin lo aja sih supaya energi gue makin nambah... setelah lihat lo, gue ngerasa semangat banget."

Bara yang sudah dari tadi diam, kini mulai mendengus kesal. "Najis banget. Gak cocok di gue, bikin gatel-gatel." Ucap Bara sambil menggelengkan kepala, seolah-olah tidak bisa menerima drama yang sedang terjadi di depannya.

Galang hanya tertawa lebar dan memutar bola matanya, tidak peduli dengan komentar Bara. "Semangat ya sayang," ucap Galang lagi kepada Anza.

"Sayang-sayang, jadian aja kagak," sahut Bara, sambil memutar bola matanya sudah lelah dengan kelakuan teman dekatnya itu.

Galang memiting kepala Bara yang dari tadi ngedumel tak henti. "Gue gak pacaran langsung nikah," kata Galang, suara tegasnya membuat Bara mendengus.

"Nikah mulu bahasan lo, lo udah kebelet nikah ya?" ujar Bara, sambil melirik Galang dengan tatapan meledek.

Galang mengangkat alis, seolah menantang Bara untuk berkata lebih banyak. "Kalau udah nemu yang tepat, kenapa harus lama-lama?" jawabnya mantap, kali ini suara Galang terdengar lebih serius, tapi ada kehangatan dalam matanya yang sulit ditolak. Ia menatap Bara dengan penuh keyakinan, seakan ingin mengatakan bahwa ia tahu persis apa yang dia inginkan dalam hidupnya.

DANIALANZA [ END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang