49. PENCARIAN ANZA

91 1 0
                                        

49

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

49. PENCARIAN ANZA

Saat kamu terluka aku merasa hancur tanpa suara. Karena bahagiaku bergantung pada utuhmu-Danialanza

Suara bel terdengar beberapa kali sebelum akhirnya Galang membuka pintu rumahnya. Rambutnya berantakan, kaos putihnya kusut, dan wajahnya tampak letih. Sisa-sisa kantuk masih terlihat jelas di matanya. Namun ekspresinya langsung berubah begitu melihat siapa yang berdiri di depan rumah.

Clara, Dinda, Nessa, dan Kak Bima berdiri di depan pintu dengan raut wajah cemas. Tak ada senyum, tak ada sapaan basa-basi.

"Ada apa?" tanya Galang cepat, nadanya bingung.

Clara melangkah maju, wajahnya serius dan tanpa basa-basi langsung bertanya, "Lo tahu Anza di mana gak?"

Galang mengernyit. "Ha? Maksudnya gimana?"

"Gue tadi ke apartemennya Anza, tapi tuh anak gak ada. Gue telpon HP-nya, mati. Lo tahu gak dia di mana?" Clara mengulang dengan nada lebih mendesak.

Galang langsung terdiam, matanya melebar. "Gue... gue gak tahu. Terakhir ketemu dua hari yang lalu. Dia gak bilang apa-apa..."

Kekhawatiran perlahan menjalari wajah Galang. Ia melihat wajah-wajah panik di hadapannya dan mulai merasa ada yang benar-benar tidak beres.

"Terus kita mau nyari ke mana?" tanyanya pelan lebih ke dirinya sendiri, tapi cukup jelas terdengar oleh yang lain.

"Kita mau nyari ke tempat-tempat biasa Anza. Tempat dia suka nyendiri atau ngilang kalau lagi badmood. Kita naik mobil Dinda aja," kata Nessa cepat.

Galang langsung menutup pintu rumahnya tanpa banyak bicara lagi. Ia berlari kecil menyusul mereka yang sudah bergerak menuju mobil. Mobil Dinda diparkir tepat di depan rumahnya. Warnanya silver dan dari balik kaca bisa terlihat semua sudah bersiap.

Sambil berjalan cepat menuju mobil Galang mengeluarkan ponselnya dari saku. "Gue coba minta bantuan anak-anak Galaksi juga ya. Siapa tahu mereka tahu sesuatu atau bisa bantu nyebar."

"Kalau kita laporin polisi... ini belum 24 jam kan?" tanya Dinda duduk di kursi tengah sebelah Nessa.

Kak Bima yang duduk di kursi kemudi langsung mengangguk pelan. "Iya, belum bisa resmi dilaporin sebagai orang hilang. Tapi kita bisa kumpulkan info dulu. Cari ke tempat-tempat yang kemungkinan dia datengin."

Galaksi (777)

Galang Rayvan: bisa minta tolong

Bara Raditama: tolong apa Lang?

Deco Rendy Pratama: kenapa Lang?

Rifky Ryan Albani: knp Lang?

Bara Raditama: lah ngilang tuh anak

Erza Aditya: Lang woy

Galang Rayvan : Anza hilang bisa tolong sebarin di grup angkatan atau grup-grup lainnya. Terus minta tolong bantu cariin ya

DANIALANZA [ END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang