41. CALON

81 2 0
                                        

41

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

41. "CALON"

Dari ratusan mata yang menatap, aku hanya terpaku padamu. Dari ribuan langkah yang datang dan pergi, aku memilih tetap tinggal di sisimu-Danialanza

Suara kamera photo booth yang berbunyi klik! untuk terakhir kalinya mengakhiri sesi foto mereka sore itu. Anza tertawa kecil sambil merapikan poni yang sempat berantakan. Danial yang berdiri di sampingnya masih menatap layar yang menampilkan hasil jepretan mereka—beberapa pose kaku, beberapa lainnya terlihat spontan. Salah satu dari foto itu menunjukkan senyuman lebar Anza dan Danial yang diam-diam menoleh ke arahnya.

"Aku kelihatan kayak anak TK ya," gumam Anza sambil tertawa kecil menunjuk foto di mana ia menutup mulut dengan tangan.

"Nggak juga. Lo malah kelihatan lucu," komentar Danial santai membuat Anza memutar bola matanya tapi senyum tak lepas dari bibirnya.

Setelah keluar dari bilik photo booth mereka berjalan beriringan menyusuri lantai atas mall. Mata Anza masih sesekali melirik foto-foto yang sudah dicetak dalam bentuk strip kecil di tangannya.

"Lo laper gak?" tanya Danial, tangannya dimasukkan ke dalam saku celana jeansnya.

"Laper sih. Tapi jangan fast food ya. Aku pengen yang beda."

"Sushi mau?" tanya Danial. "Gue tahu tempat sushi yang terkenal di sini. Biasanya rame dan enak."

Mereka berjalan ke lantai 4. Restoran sushi itu memang punya interior yang beda. Lampu temaram dengan aroma khas nasi dan ikan segar menguar di udara. Pelayan menyambut mereka dan mempersilakan duduk di pojok ruangan dekat jendela besar yang menghadap ke kota Jakarta. Dari tempat itu mereka bisa melihat kerlap-kerlip lampu kendaraan dan gedung tinggi yang menjulang.

Mereka memesan beberapa menu: salmon sashimi, tamago, sushi roll dengan unagi, dan dua teh ocha panas.

"Besok ikut datang ya ke acara Galaksi,"ucap Danial

Anza mendongak, sedikit terkejut. "Hah? Emang gapapa aku ikut, Kak?"

Danial menatapnya sejenak, lalu mengangkat bahu. "Gapapa. Anak-anak Galaksi juga bawa pacarnya kok."

Anza terdiam. Tangannya masih memegang sumpit, tapi gerakannya terhenti. "Tapi... kita kan nggak pacaran, kan?"

Danial hanya tersenyum santai. "Calon."

Anza mendadak salah tingkah. Hatinya berdebar, pipinya terasa panas, tapi ia pura-pura fokus ke sushi di piring.

Danial menyeruput teh ocha miliknya, lalu mengambil gelas satunya dan mendorongnya ke arah Anza.

"Minum dulu. Biar deg-degannya gak ketauan," godanya.

Anza mendelik, tapi tetap mengambil gelas itu. Ia menyeruput pelan. Hangatnya teh sedikit membantu meredam rasa gugup di dada.

"Besok gue kirimin gaun buat lo, dipakai ya," ucap Danial matanya menatap langsung ke arah Anza tenang tapi pasti.

Anza nyaris tersedak. "Ha?! Gaun?"

DANIALANZA [ END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang