Anza telah lama diam-diam menyukai kakak kelasnya. Setelah menyimpan perasaan itu dalam hati untuk waktu yang lama, akhirnya Anza memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, jawaban Danial sangat mengecewakan. Danial dengan tegas menol...
Siap untuk mengisi tiap paragraf dengan komentar-komentar kalian yang lucuuuu
Kamu darimana ? Kota mana?
berapa tingkat moodmu kali ini dari 1-10
Halo jam berapa kalian baca ini?
SPAM DANIALANZA SEBELUM BACA PART INI
Ramein tiap partnya + happy readingg semuaa
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
3. JATUH?
Perihal memiliki aku selalu kalah, belum mencoba pun aku sudah kalah— Danialanza
"Nih coklat kesukaan lo. Bete terus gue perhatiin, "Galang memberikan coklat kepada Anza. Cowok itu duduk disebelah Anza.
"Terimakasih Galang. Lo emang cowok paling peka yang pernah gue kenal, " Anza tersenyum manis ke arah Galang. Anza sudah bersahabat dengan Galang sejak kecil. Rumah mereka yang deket membuat mereka semakin hari semakin dekat tak terpisahkan.
"Gue pingin deh kalau punya cowok yang sikapnya kayak lo ngetreadnya, cowok yang peka, perhatian, dan bisa diandalkan."tambah Anza lagi.
Galang tertawa, " Kenapa gak gue aja yang jadi cowok lo?"
"Dih gak mau ah. Kita kan sahabatan Galang. Lagian kalau kita pacaran jadi aneh tahu. Tar kalau putus malah jadi jauhan, " Balas Anza kepada Galang.
"Ya jangan berdoa biar putus dong. Berdoa biar langgeng sampai maut memisahkan, " Galang memandang Anza sambil berpikir. Kenapa lo selalu gak pernah peka sama perasaan gue sih Za. Gue selalu ada buat lo tapi lo nya malah ogah-ogahan gitu, "dalam hati Galang berbicara.
Mencintai sahabat sendiri emang perasaan yang paling sangat menyebalkan. Galang diam-diam telah menyukai Anza dari lama. Tetapi sampai saat ini perasaannya tidak pernah terbalaskan sama sekali. Jangankan dibalas Anza aja sampai saat ini tidak pernah tahu perasaan yang dirinya punya.
Dihati Anza bukan ada namanya tetapi ada nama lelaki lain yang masih cukup deket dengan Galang. Ketua Galaksi yang bernama Danial geng motor yang Galang ikuti. Meskipun Galang tidak sering mengobrol dengan Danial tetapi cowok itu mengenal baik sosok Danial.
"Lo pingin banget ya jadian sama gue?"tanya Anza kepada Galang." Tapi kalau gue sih gak Lang. Gue nyamannya gini. Lebih enak jadi sahabat karena gak ada tuh berantem-berantem soal perasaan. Lo juga ngerasa gitu kan, " Tambah Anza lagi.
"Ngerasa gitu gimana?" tanya bingung Galang.
"Ya suka sama sahabat sendiri itu aneh kan. Pasti akan berantem atau canggung. Aneh lah pokok. Lagian kok bisa ya orang-orang itu bisa pacaran sama sahabatnya sendiri, " Ucap Anza dengan asik memakan coklat pemberian Galang.