26. RIO MENYESAL

92 2 0
                                        

26

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

26. RIO MENYESAL

Aku menyesal bukan karena kamu pergi. Tapi karena akulah alasan kenapa kamu memilih pergi- Danialanza

Senja menggantung rendah di langit barat, membiaskan warna jingga keemasan di atas permukaan danau yang tenang. Airnya bergelombang pelan berirama lembut seperti napas seseorang yang sedang menenangkan diri dari amarah yang sudah hampir reda tapi belum benar-benar hilang.

Ilham duduk di sebelah Rio, di atas batu besar yang sudah mulai terasa dingin oleh angin sore.

Ilham melirik ke arah Rio yang sejak tadi menatap layar ponselnya. Jempolnya berhenti tepat di story Instagram yang baru saja diunggah Clara. Video singkat. Clara duduk di sebuah kafe, tertawa kecil dengan seseorang yang wajahnya sudah sangat familiar—Bara. Seorang cowok dari yang menjadi salah satu anggota dari galaksi juga.

Ilham mendengus pelan, lalu berkata dengan nada setengah menyindir, setengah kasihan, "Manusia emang gitu. Harus merasa kehilangan dulu baru tahu arti kehadiran seseorang itu bener-bener penting di hidupnya."

Rio tak langsung merespons. Matanya masih terpaku pada layar, seolah sedang mencoba membaca sesuatu yang tak tertulis.

"Menurut lo," suara Rio akhirnya terdengar pelan, nyaris seperti gumaman, "Clara beneran deket sama Bara, atau cuma temen?"

Ia menoleh, menatap Ilham dengan tatapan yang tak yakin—campuran antara cemburu, rindu, dan bingung.

"Tapi kalau temen... masa iya sedeket ini?"

Ilham menghela napas panjang. Ia sudah lelah menjawab pertanyaan yang sama dari Rio selama berminggu-minggu terakhir. Tapi entah kenapa cowok itu belum benar-benar menyerah pada bayang-bayang Clara.

"Kalaupun emang punya hubungan..." Ilham menjawab, kali ini lebih tajam, "...masalahnya buat lo apa?"

Rio terdiam.

Ilham melanjutkan matanya menatap langsung ke arah sahabatnya yang terlihat semakin tenggelam dalam pikirannya sendiri.

"Katanya lo mau move on, Rio. Katanya udah nggak mau ngelihat ke belakang. Tapi kenyataannya? Lo masih buka story-nya tiap hari, "ujar Ilham. Nada suara Ilham tidak marah. Tapi kecewa. Bukan karena Rio masih belum bisa lepas, tapi karena Ilham tahu betapa Clara dulu benar-benar mencintai Rio... dan betapa mudahnya Rio menyia-nyiakan itu.

"Gue gak habis pikir," Ilham menggeleng pelan. "Kenapa orang-orang baru sadar berharganya seseorang setelah dia pergi? Dulu lo punya Clara, Rio. Lo punya seseorang yang sabar banget sama lo. Tapi lo malah selingkuh."

Rio masih terdiam. Tak ada pembelaan. Tak ada bantahan.

Dan memang, untuk pertama kalinya, Rio merasa benar-benar gak punya alasan lagi untuk menolak kenyataan.

"Gue sama yang lain udah bilang kan Rio. Lo sekarang fokus aja sama Vanni. Pada akhirnya yang lo pilih kan Vanni. Lo selingkuh sama Vanni, jangan lupa," ucap Ilham, nada suaranya datar, nggak ada emosi yang mengguncang.

DANIALANZA [ END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang