Bab 17 ~ diserang

11 5 2
                                        

Bulan pun memasuki halaman sekolah, ia terus saja berjalan dibelakang kedua remaja beda jenis. Mereka terlihat akrab, padahal baru kemarin saling kenal. Bulan tak mempermasalahkan itu, ia juga tak mau mengganggu.

"Haaii!"

Bulan terkejut bukan main karena Karang yang tiba-tiba saja muncul dari belakang, menyapanya dengan suara sedikit tinggi lalu merangkulnya.

"H-hai!" Dengan kaku, Bulan berusaha membalas sapaan Karang.

"Lepas ya, kak. Bulan gak nyaman," ucap Bulan sembari melepas rangkulan Karang.

"Maaf," ucap Karang.

"Jangan terlalu dekat sama nih anak, Lan." Mendengar itu, Karang dan Bulan sontak menoleh ke kiri dan mendapatkan Raja yang juga berjalan di samping Bulan.

"Memangnya kenapa, kak?" tanya Bulan bingung.

Pasalnya, Raja sudah dua kali mengatakan untuk tidak terlalu dekat dengan Karang.

"Dia playboy," jawab Raja.

Bulan hanya terkekeh. Bulan tau jika Karang ini orangnya rakus akan wanita. Tapi, apa salahnya berteman. Toh, Bulan juga tak berniat untuk mencintai Karang atau siapapun itu termasuk Langit. Karena dia tau, mencintai sendiri itu sakit.

Tapi entah kenapa, akhir-akhir ini ia merasa perasaannya terhadap Langit telah berubah, yang awalnya biasa saja sekarang menjadi nyaman. Bulan takut jika rasa nyaman itu akan tumbuh menjadi rasa cinta.

"Kok lo sewot sih? Terserah Bulan mau dekat ama gue apa gak. Bulan aja gak protes," sarkas Karang kesal.

Raja tak menghiraukan ocehan Karang, namun, dengan sigap Raja langsung menggenggam tangan Bulan lalu menariknya menjauh dari Karang. Karang yang melihat itu langsung terbelalak.

"Woy, mau dibawa kemana si Bulan!" teriak Karang lalu mengejar keduanya.

Tak mau kalah, Raja langsung berlari dengan tangan yang masih terus menggenggam tangan Bulan. Bulan yang ditarik pun ikut berlari.

Kejadian itu ternyata dilihat oleh Langit dan juga Shena. Wajah Langit terlihat kesal ketika melihat itu, tak tau kenapa.

"Kak. Mereka berdua suka ya sama kak Bulan?" Langit langsung menoleh ke arah Shena yang bertanya.

"Gak tau," jawab Langit langsung berjalan lebih dulu.

Shena yang melihat perubahan sikap Langit hanya menatap kepergian Langit dengan wajah bingungnya.

"Kak Langit cemburu?" monolog Shena dengan senyum yang tertahan.

"Fiks, kak Langit cemburu karena kak Bulan dikejar-kejar dua cowok. Lapor ah sama Kak Bulan," ucap Shena lalu berlari kecil mengejar Langit.

****
Jam pelajar kini tengah berlangsung, Bulan terus saja fokus kepada guru yang tengah menjelaskan, sedangkan Langit malah menatap Bulan dengan nyalang.

"Lo suka sama Raja?"

Bulan langsung menoleh ke arah Langit yang masih menatapnya. "Kamu nanya aku?" tanya Bulan.

Langit tak menjawab, dia hanya menatap Bulan terus. Karena merasa tak nyaman Bulan pun kembali menatap kedepan.

"Ekhm ... aku gak suka sama Raja," jawab Bulan tanpa menatap mata coklat milik Langit.

PRANG!!!!

Semua yang ada dikelas langsung menoleh ke arah jendela belakang yang dimana kacanya pecah akibat batu yang pastinya sengaja dilempar ke dalam kelas.

Prang!!

Satu lemparan lagi mengenai seorang siswi. "Ada apa ini?" tanya guru itu dengan alis yang bertautan.

Diantara Bulan dan LangitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang