Bab 37 ~ entah kisah siapa

7 3 0
                                        

Di dalam kamar, keduanya hanya saling diam. Langit kembali terlihat dingin dan pendiam. Kemudian Bulan mengingat permintaan Langit untuk membantunya mencintai Bulan. Dengan senyum manis, Bulan pun beranjak dari duduknya dan mengambil alih tas Langit. Langit mengernyit bingung melihat itu.

"Kenapa lihat aku begitu? Ini adalah salah satu agar kamu bisa mencintaiku," ucap Bulan yang langsung di balas senyum tipis oleh Langit.

"Katanya cinta itu hadir karena terbiasa, jadi mari kita membiasakan diri dengan hal-hal kecil," sambung Bulan lalu menggantung tas milik Langit.

"Hmm," balas Langit sembari mengangguk.

Langit pun membuka seragamnya dan gak itu tentu saja membuat Bulan panik lalu hendak berjalan keluar, namun suara Langit menghentikan langkahnya.

"Mau kemana? Keluar? Katanya cinta itu karena terbiasa. Kenapa kamu selalu menghindar kalau aku mengganti pakaian ... aku sekarang sudah jadi suami kamu, bukan?"

"T-tapi a-aku malu," cicit Bulan hampir tak terdengar.

"Apa?" tanya Langit.

"Gak kenapa-napa. Aku mau keluar," ucap Bulan karena dia merasa malu, pipinya juga sudah merona.

Kepergian Bulan membuat Langit terkekeh. "Aku akan berusaha mencintai kamu Bulan."

****
Disisi lain kota, Raja masih terus menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi, kenapa geng BT dituduh sebagai orang yang membuat Alta masuk rumah sakit. Raja kini sudah berada di rumah sakit hendak menanyakan kepada Alta.

Baru saja Raja memarkirkan motornya, tiba-tiba ia melihat Revan yang baru saja masuk kedalam gedung rumah sakit. Raja pun mengikuti Revan dan melihat Revan masuk ke dalam salah satu ruang VVIP. Raja langsung berlari kecil menuju ruangan itu. Baru saja sampai di depan pintu ia langsung mengintip apa yang Revan lakukan.

"Kenapa kamu belum ma ti juga?"

Raja membolakan matanya kala mendengar ucapan Revan barusan. Karena tidak mau sia-sia, Raja langsung mengambil ponselnya dan merekam aksi Revan.

"Aku sudah sengaja menabrakmu, tapi kenapa masih saja bertahan. Ya sudah, aku akan membu nuhmu dengan cara ini," ucap Revan dan melepaskan masker oksigen dan mengambil bantal kepala milik Alta lalu hendak menutup wajah Alta.

Raja yang melihat itu langsung meletakkan ponselnya tanpa mematikan rekaman video itu.

"Anj** ... lo!" teriak Raja lalu memukul Revan yang membuat sang empu terhempas.

"Lo ngapain kesini, hah? Geng lo yang udah buta Alta kayak gini," marah Revan.

Raja yang melihat drama itu terkekeh dengan sudut bibir kanan yang terangkat.

"Drama lo basi," ucap Raja.

Revan yang merasa direndahkan langsung saja menyerang Raja. Dengan sigap Raja langsung menghindar dan menarik baju Revan karena hampir saja Revan menindih Alta. Setelah menarik lalu menghempaskan Revan, Raja langsung cepat-cepat memasang masker oksigen Alta, karena ia nampak susah bernapas.

Revan langsung menarik Raja membuat Raja terbentur di dinding.

"Jangan sok pahlawan lo," marah Revan.

"Bukan sok pahlawan, tapi gue gak mau geng BT di cap sebagai pembunuh," sarkas Raja.

Revan yang hendak memukul kembali Raja tiba-tiba terhenti karena pintu ruangan itu terbuka.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya Cana yang baru saja masuk dan melihat ruangan itu sedikit berantakan.

"Lo! Lo ngapain ke sini?" tanya Cana.

Diantara Bulan dan LangitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang