''Konon katanya, Laki-laki hanya jatuh cinta sekali seumur hidup, sisanya hanya melanjutkan hidup.''
Setiap manusia di bumi, pasti merasakan namanya jatuh cinta. Namun, Valenthyna Lauren Arcellio, belum pernah merasakan jatuh cinta dalam hidupnya.
S...
Cia mengusap lengannya yang sakit, akibat pukulan Lauren. ''sakit tau!'' Cia ingin membalas perbuatan Lauren. ''kak Kenzo, dicariin Lauren, nih!'' teriaknya, yang mengundang atensi siswa-siswi SMANIBA, yang berada di kantin.
Lauren melotot ke arah Cia. Sungguh, ia sangat malu. Wajahnya memerah, lantaran karena malu dan marah. ''lo apaan sih?! Nanti, kalau jadi masalah gimana?'' geram Lauren marah.
''udah, lo tenang aja.'' Cia berniat menenangkan Lauren. Tapi, itu tidak mengubah apa pun, ia sudah terlanjur malu dan takut.
Lauren pergi meninggalkan kantin. Nasi goreng, dan es tehnya belum habis. Bahkan, belum dibayar. Biarkan saja, Cia yang akan membayar. Salahnya, teriak-teriak tidak jelas.
''eh, Lauren, lo mau ke mana?'' Cia menggaruk rambutnya, bingung. ''serius, gue ditinggal?'' Cia bertanya, sambil menunjuk dirinya sendiri.
Di sisi lain. Kenzo tidak percaya mendengar pekikan temannya Lauren. Apa benar, ia dicari oleh Lauren?
''widih, udah jadian lo?'' tanya Gibran.
''belum,'' sahut Kenzo.
Raja mengkerutkan alisnya. ''lah, lo udah tembak belum?''
Adi memukul lengan Gibran dengan keras. ''langsung tembak aja, Ken. Lo tuh, kebanyakan mikir.''
Gibran memukul Adi balik. ''tangan lo gue potong, ya. Main pukul orang sembarang.'' Gibran paling tidak suka duduk di samping Adi. Dia itu, suka pukul-pukul orang.
''masa kalah sama gue, gue udah jadian sama Mala, loh.'' ujar Adi, dengan nada sombong.
Gibran menatap Adi jijik. ''dih, najis.''
Raja menyodorkan, telapak tangannya. ''pajak jadiannya, mana?'' tagih Raja.