tentang Rio yang adalah pria penghibur, banyak adegan 22+, mohon bijak dalam memilih bacaan, anak-anak di mohon menjauh, dosa tanggung sendiri akibat nya.
"Tidak tidak, madam tidak boleh minum air dingin lagi, ingat apa kata dokter" Rio mengambil alih gelas dari tangan madam yang berisi air es.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Memang apa kata dokter?" Goda madam mencoba menguji Rio apakah ia bisa menjadi sosok ayah yang baik untuk anak nya nanti.
"Madam tidak boleh meminum banyak air dingin atau es, atau makanan manis, karena akan menyebabkan bayi nya menjadi obesitas nanti saat masih dalam kandungan" jelas Rio panjang lebar, mereka tak lagi saling bersembunyi, dan Rio juga ikut mengantar madam saat memeriksakan kandungan nya.
"Aku ingin makan sticky rice" pinta madam Kyo siang itu setelah Rio memberikan penjelasan yang memuaskan untuk nya.
"Ayo kita beli" ajak nya.
"Tidak, aku buatkan" balas Rio.
"Ahjuma" panggil Rio pada asisten rumah tangga madam.
"Ya tuan?"
"Punya beras ketan tidak?"
"Ada tuan"
"Ayo aku antar ke kamar, madam tunggu saja biar aku yang membuatkan nya" Rio memapah wanita dewasa itu menuju ke kamar nya.
"Astaga, aku masih bisa jalan sendiri Rio" protes madam lucu, karena usia kandungan nya baru memasuki bulan ke lima.
"Selama ada aku, madam harus dalam situasi aman" balas Rio, madam hanya menggeleng sambil tersenyum dengan tingkah pemuda itu.
Madam tertidur menunggu Rio membuat sticky rice, sejam kemudian, ia sudah menyusul ke kamar, aroma ketan yang baru matang, bercampur dengan coconut milk dan harum nya buah mangga, mengusik istirahat siang madam Kyo, wanita itu terjaga, dan langsung tersenyum melihat Rio meletakan sepiring sticky rice di atas meja samping ranjang nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sudah matang madam" beritahu Rio tersenyum manis pada wanita hamil itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.