Suatu hari, Rose melakukan aktivitas nya seperti biasa, bekerja di ruko milik Rio, sang majikan sendiri sedang bergumul dengan pasien nya di dalam kamar kerja, Rio tak lagi khawatir karena sudah dipasangi peredam suara, jadi Rose tak akan mendengar nya lagi, dan gadis itu juga tak curiga, ia di dapur mengambil sarapan dan air minum, tapi tak mendengar suara desahan itu lagi selama beberapa hari ini.
Malam nya, sebelum pulang, Rio memberikan amplop putih berisi uang gaji Rose selama sebulan bekerja.
"Rose, ini milik mu" kata Rio.
"Apa ini oppa?" Heran gadis itu menerima pemberian Rio
"Hak mu selama sebulan ini" jawab Rio
"Oppa, sebenar nya oppa tak perlu menggaji ku" sungkan Rose.
"Itu hak mu, terima saja" Rio menolak saat Rose hendak mengembalikan amplop nya.
"Kamu juga butuh untuk mencukupi keperluan mu yang lain, juga untuk ditabung" kata Rio.
"Baiklah, terima kasih banyak oppa" balas Rose, Rio pun pulang.
Keesokan hari nya
Rio kembali bekerja seperti biasa, dan menunggu tamu pertama nya, seorang wanita yang membooking nya long time, enam jam, dari jam sembilan sampai jam tiga sore.
"Rose, siapa tamu pertama ku hari ini?" Tanya Rio dari ujung anak tangga.
"Bae Irene oppa" jawab Rose dari bawah
"Bae Irene" gumam Rio
"Dia pasien baru ya?" Tanya Rio tak yakin.
"Iya oppa" jawab Rose, yang kemudian mengerutkan kening nya.
"Seperti pernah mendengar nama ini" batin nya, jam sembilan lebih lima menit, pasien yang Rio tunggu akhirnya datang, seorang gadis memasuki ruko sendirian.
"Selamat siang" sapa nya ramah, Rose mendongak.
"Unnie" kaget nya.
"R-rose" pasien itu tak kalah terkejut, wajah nya berubah panik dan gugup, juga takut.
"Unnie apa kabar?" Tanya Rose.
"B-baik Rose, kamu bekerja disini sekarang?" Irene adalah kekasih Seulgi, dan karena Rose dulu bekerja di restauran nya, jadi mereka saling mengenal.
"Ya unnie"
"Rose" panggil Rio, kedua gadis itu menoleh, Irene terpaku menatap pemuda yang berdiri di anak tangga itu.
"Ya oppa, unnie ini pasien pertama oppa" jawab Rose, Irene mengerutkan kening nya mendengar sebutan kata pasien.
"Unnie, naiklah keatas" ujar Rose
"N-ne Rose" Irene panik, dan gugup.
"Rose" Irene membalikan badan nya
"Ya unnie?"
"Kamu bisa merahasiakan ini kan?"
"Tentu unnie" polos Rose, sebab setahu nya Irene datang untuk pijat.
Irene mengikuti langkah Rio ke lantai atas dan memasuki kamar kerja Rio, gadis itu nampak canggung, gugup dan takut, jadi dia hanya berdiri dan diam saja, Rio lah yang akhir nya menutup pintu kamar kerja nya.
"Jujur, aku tidak tahu harus bagaimana, karena ini adalah pengalaman pertama ku" ucap Irene dengan wajah gugup dan tak berani menatap Rio yang mulai membuka baju nya, sambil duduk ditepi ranjang.
Rio menepuk-nepuk ranjang nya, memberi kode pada Irene agar duduk ditempat yang ia maksud, dan tamu nya itu pun menurut, duduk dengan gelisah dan membuang tatapan nya ke segala arah, Rio tahu itu, jika mungkin Irene tak berani atau tak nyaman menatap wajah nya, padahal, Irene hanya terlalu malu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prostitute Man
Fiksi Penggemartentang Rio yang adalah pria penghibur, banyak adegan 22+, mohon bijak dalam memilih bacaan, anak-anak di mohon menjauh, dosa tanggung sendiri akibat nya.
