tentang Rio yang adalah pria penghibur, banyak adegan 22+, mohon bijak dalam memilih bacaan, anak-anak di mohon menjauh, dosa tanggung sendiri akibat nya.
"Bisa kah kita berkencan layak nya sepasang kekasih tanpa harus berpura-pura lagi?" Ungkap Rose, Rio menelan ludah mendengar ucapan sang pegawai, lidah nya terasa kelu untuk menjawab nya.
"Kenapa oppa diam? Bukan kah kata oppa aku cantik dan menarik? Apa itu tidak cukup untuk membuat oppa mau menerima ku?" Tanya Rose sendu, karena Rio tak kunjung membalas ungkapan perasaan nya, Rio tertegun, mereka masih saling bertatapan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rio menghela nafas dan menghembuskan nya dengan gelisah, karena merasa ia harus jujur dengan Rose sekarang.
"Rose, aku bukan lah pria baik-baik, aku tidak pantas untuk mu Rose" Rio terpaksa mengatakan hal itu, karena ia tak ingin membohongi gadis yang di cintai nya itu.
"Tapi di mata ku oppa adalah namja yang baik"
"Apa yang kamu lihat belum tentu benar seperti apa yang nampak"
"Aku tidak peduli, karena selama hampir setengah tahun dekat dengan oppa, tak ada hal buruk yang oppa lakukan di depan ku"
"Karena aku menutupi nya dari mu"
"Keburukan apa yang oppa tutupi dari ku?"
"Pekerjaan ku"
"Oppa adalah terapis pijat, itu bukan pekerjaan yang buruk aku bisa menerima nya"
"Bukan, aku bukan terapis pijat"
"Lalu?"
"Aku adalah pria panggilan" jujur Rio, Rose mengerutkan kening nya, tak tahu dengan apa yang Rio maksud.
"Aku dibayar untuk melayani wanita diatas ranjang"
Deg
Rose terkejut bukan main, mendengar penjelasan Rio.
"Jadi. . ." Saking shock nya ia tak mampu untuk melanjutkan kata-kata nya.
"Yaa, wanita-wanita yang datang ke ruko, mereka membayar ku untuk meniduri nya" lanjut Rio.
"Suara yang pernah kamu dengar adalah suara kami yang sedang bercinta" jelas Rio dengan kata-kata yang mungkin sedikit vulgar, tapi ia melakukan itu agar Rose bisa dengan mudah mengerti dan memahami nya, wajah penuh sesal nampak jelas di wajah Rio, dan Rose yang seolah tak percaya pun hanya bisa menutup mulut nya sambil menangis, setelah mendengar profesi Rio yang sebenar nya.
"Rose. . ." Rio hendak meraih tangan kanan gadis itu, tapi ia langsung menepis nya, Rose berdiri, ia lalu berlari pergi meninggalkan Rio begitu saja sambil menangis, Jaehyuk yang melihat nya pun spontan memanggil nya
"Noona!" Teriak nya, tapi Rose tak mendengar, karena pikiran dan perasaan nya yang kacau, Rio menatap kesegala arah dengan mata berkaca-kaca, karena ia telah kehilangan Rose sekarang, tak masalah gadis itu pergi dari hidup nya, asal Rio sudah jujur pada Rose, hati nya sedikit lega sekarang.
"Daddy" adu Jaehyuk yang merasa ditinggal oleh Rose.
"Noona terburu-buru ada urusan, ayo kita pulang" ajak Rio, mereka pulang berdua dengan posisi Jaehyuk dibonceng sepeda sang ayah.
Sedangkan Rose, ia ternyata mendatangi rumah Jisoo sambil menangis hebat, hal ini tentu membuat pasangan itu kebingungan, Jennie berusaha menenangkan Rose, sedangkan Jisoo mengambilkan air putih ke dapur.
"Minum lah dulu Rose" Jisoo menyodorkan segelas air putih untuk Rose
"Tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan pelan" interuksi Jennie setelah Rose meminum air nya, ini agar ia segera tenang dari tangis nya.
"Sekarang ceritakan apa yang terjadi pada mu" ucap Jennie lagi.
"Hari ini aku baru mengetahui bahwa oppa bekerja sebagai pria panggilan" cerita Rose, Jennie dan Jisoo saling bertatapan.
"Dari mana kamu tahu?" Tanya Jennie
"Oppa yang mengatakan nya sendiri pada ku, saat aku mengutarakan perasaan ku pada nya" air mata Rose kembali menetes.
"Hati ku rasa nya sakit sekali mendengar dia berkata telah meniduri wanita-wanita yang datang ke ruko kami, aku tidak tahu jika selama ini pekerjaan oppa seperti itu" isak nya lagi, Jisoo menghela nafas.
"Kamu mencintai nya?" Tanya Jisoo, Rose mengangguk.
"Tapi aku tak bisa menerima fakta bahwa oppa telah meniduri banyak wanita, hati ku sakit oppa" adu Rose
"Apa yang Rio lakukan itu adalah bagian dari masa lalu nya, jika kamu tulus pada nya, jangan menoleh ke belakang, dan juga profesi yang Rio jalani itu aktif ia lakukan sebelum dia mengenal mu lebih dekat Rose"
"Maksud oppa?" Bingung Rose.
"Sudah berapa lama kamu tinggal di rumah Rio bersama Jaehyuk juga?"
"Lima bulan oppa" jawab Rose mencoba mengingat-ingat.
"Selama itu pula Rio sudah tak menerima tamu lagi" ucap Jisoo.
"Tapi dia bilang akan menghandle nya sendiri oppa"
"Tidak, dia membatalkan semua janji yang kamu buat untuk nya, dan di hari pertama dia berhenti, Rio langsung mendatangi ku kantor agensi, tadi nya dia hanya ku ajak untuk menemani meeting dengan artis dibawah naungan ku, tapi rupanya Rio memiliki kemampuan yang lain, dia berhasil membujuk beberapa penyanyi dan artis ku agar bertahan di Kim agensi, sejak itu lah aku memperkerjakan nya secara tidak tetap, tapi dia serius berhenti dari pekerjaan nya karena kamu Rose, kamu adalah alasan nya" tutur Jisoo panjang lebar.
"Aku tidak memaksa mu agar bersedia menerima Rio, aku hanya ingin kamu melihat ketulusan nya, keseriusan nya dan pengorbanan nya, dia rela jujur pada mu karena tak ingin ada rahasia lagi diantara kalian, termasuk asal usul Jaehyuk, dia juga sudah menceritakan pada mu kan?" Rose mengangguk.
"Hanya kamu yang tahu detail rahasia besar itu, karena oppa saja hanya tahu jika Jaehyuk bukan anak kandung Rio, sebatas itu" lanjut Jisoo, Jennie pun segera memeluk tubuh Rose.
"Tak perlu dipaksa, jika hati mu memang tak bisa menerima Rio, ya sudah lepas, cari lah yang menurut mu lebih baik dari Rio" ucap Jennie sambil mengusap-usap punggung Rose.
"Kamu bisa tinggal disini untuk sementara, aku akan mencarikan apartemen untuk mu nanti" ujar Jisoo.